Kamsri Dukung Di Bangunnya Sentra Bisnis Di Perbatasan

unnamed-2Klikaktifis.com -Wilayah perbatasan Provnsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Rejang Lebong – Kota Lubuklinggau  memiliki  potensi yang sangat strategis  baik secara ekonomi.

Potensi sumber daya alam yang dimiliki di wilayah ini cukup melimpah, namun hingga saat ini relatif belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, terdapat berbagai persoalan yang mendesak untuk ditangani karena besarnya dampak tingkat kesejahteran dan keamanan.

Bahwasanya didaerah perbatan ini sering terjadi kejahatan penodongan beberapa tahun belakang dengan adanya program pemerintah provinsi Bengkulu Gubernur Bengkulu DR. Ridwan Mukti akan dibangunnya Sentra Bisnis didaerah perbatasan tepatnya di Desa Tanjung Sanai Kecamatan Padang Ulak tanding (PUT) ini outomatis akan berkurangnya kejahatan didaearah perbatasan.

Perekonomian masyarakat menggeliat dan pendapatan masyarakat bertambah perkapita. Dengan adanya di bangun sentra bisnis. Seperti pembangunan pasar,gudang sampai perkantoran.

Letak strategis pasar di daerah perbatasan akan dapat menggerakkan roda perekonomian daerah yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Selain itu masyarakat di daerah perbatasan selama ini relatif sulit mendapatkan akses logistik yang memadai terutama untuk kebutuhan pokok mereka. Ini menjadi salah satu upaya pemerataan kesejahteraan untuk masyarakat Provinsi Bengkulu terutama di daerah perbatasan.

DPW KAMSRI Bengkulu menyambut hangat program yang akan dilaksanakan Gubernur ini nantinya. Saat di temui awak media di kota Bengkulu, Senin (19/9).

Ketua Umum DPW KAMSRI Sugeng Prayoga menuturkan, kami menyambut hangat dibangunnya sentra bisnis dalam mewujudkan pemerataan pembangunan masyarakat didaerah perbatasan.

Sebabnya kabupaten Rejang Lebong yang perbatasan langsung dengan kota Lubuklingau merupakan masyarakatnya berpenghasilan sayur maupun komoditi lainnya.

Sehingga penjualan tidak terlalu jauh jaraknya cukup dijual di daerah perbatasan. Begitu juga dengan masyrakat Lubuklinggau kalu ingin membeli hasil pertanian cukup di didaerah perbatasan sudah tersedia cukup ditempuh 10 menit perjalanan dari kota Lubuklinggau, ujar Sugeng.

Sugeng menerangkan, pertama banyak manfaat bisa dipetik dari program ini di antaranya tersedianya infrastruktur sarana prasarana ekonomi di daerah, sebagai wahana berkembangnya ekonomi domestik dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Kedua, kehadiran para pedagang di pasar, telah memberikan citra khusus bagi dunia perdagangan, karena adanya kepastian tempat usaha, dan penampungan lapangan kerja yang relatif besar. Sebagaimana diketahui bahwa tidak kurang dari 10 ribu tenaga kerja di sektor perdagangan diserap oleh kegiatan pedagang Pasar.

Sedangkan manfaat ketiga, meningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pasar, sehingga tumbuh inisiatif, tanggung jawab dan kemandirian masyarakat dalam kegiatan ekonomi, ungkapnya.

Sugeng berharap keberadaan pasar akan memberikan manfaat dan membawa semangat untuk kesejahteraan masyarakat. Dan manfaat keempat yakni tumbuh dan berkembangnya kekuatan pelaku ekonomi masyarakat daerah perbatasan.

“Nah, untuk itu program dijadikan sentra bisnis didaerah perbatasan ini menjadi penting sekali untuk dapat terealisasi”, tutup mantan pengurus besar PB HMI dua periode ini. ****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa