KAMPAK : KPK Segera Usut Korupsi Kelas Kakap

Megawati skandal BLBI
Ilustrasi/net

Klikaktifis.com – Semenjak kelahirannya, KPK sudah distigmakan sebagai lembaga yang suci sehingga dianggap tidak akan berbuat kesalahan. Setiap kritik yang dilontarkan kepada KPK selalu disimpulkan sebagai upaya serangan balik dari para koruptor.

“Padahal KPK adalah lembaga negara yang dalam operasionalnya menggunakan uang rakyat, sehingga wajar jika publik ingin berkonstribusi dalam perbaikan pemberantasan korupsi di Indonesia”, ujar Yonpi Saputra Koordinator Lapangan KAMPAK (Komite Aksi Masyarakat Penegak Akuntabilitas KPK) dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/07).

Diantaranya tegas Yonpi, dengan selalu mengkritik kinerja KPK. Karena bila diamati sejak kelahiran KPK, ada yang salah dalam strategi pemberantasan korupsi sehingga bila dicermati banyak kasus-kasus besar yang tidak mendapatkan perhatian serius dari KPK.

Semisalnya kasus BLBI (Rp. 144,5 triliun), Kasus Century (Rp. 7,4 triliun), Kasus Sumber Waras (Rp. 191 milyar), Kasus Pelindo II (Rp. 4,08 triliun), dan Reklamasi Teluk Jakarta (Rp. 661,3 triliun).

“Memang tidak dipungkiri ada beberapa kasus besar yang ditangani oleh KPK namun jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya kasus kelas “teri” yang saat ini sedang ditangani oleh KPK melalui strategi OTT seperti OTT Bengkulu Rp. 10 juta, OTT BPK dan Kemendes Rp. 40 juta dan OTT Irman Gusman Rp. 100 juta”, sebut Yonpi.

Untuk menyikapi permasalahan tersebut, maka KAMPAK bermaksud menggelar demonstrasi pafa Senin, 31 Juli 2017, Jam 12.00 WIB bertempat di Kantor KPK, Jl. Kuningan Persada Kav-4, Jakarta Selatan.

Di ketahui KAMPAK adalah aliansi dari sejumlah ormas dan LSM antara lain Humanika, Jamhi, Jadewa, Prodem, KPK Watch, Jalmud, HMI Jakarta Raya, IMM Progresif, SUN Institute.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa