Jokowi Tidak Mau Minta Maaf Soal Korban di Tol Brebes. 

 

IMG-20160710-WA0049
Foto : ilustrasi/net

Oleh: Muslim Arbi,

Ini Bukti Jokowi hanya mengutamakan Pencitraan.

Apakah Jokowi merasa kalau minta maaf akan mengurangi Citra nya? Padahal dia dia sendiri saat meresmikan Tol Brebes-Pejagan memberi Jaminan Mudik akan lancar dan tidak Macet.

Bukti nya berkata lain, malah memakan Korban Pemudik Meninggal Belasan Orang. Ketika Ketua KPU, Husni Kamil Malik Meninggal, Jokowi langsung menyampaikan Belangsungkawa.

Sedangkan 18 Pemudik Wafat di Saat Kejebak Macet di Tol Brebes, yang oleh Media di sebut Horor atau Neraka. Bahkan Media Asing pun memberitakan. Tapi sampai detik ini, sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yg seharusnya bertanggung Jawab dan Berempati kepada Rakyat Pemudik, seperti nya di bedakan.

Apakah yang meninggal itu Rakyat biasa yang tidak punya nilai di banding Ketua KPU? Mendagri Cahyo Kumolo dan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan sudah minta maaf atas nama Pemerintah, tapi di rasa tidak Cukup. Bagaimana, seorang pemimpin sudah alami distorsi nilai-nilai Kemanusiaan? Apa tidak berbahaya Negeri ini?

Faktor kelalaian yang di buat Jokowi saat Pengresmiam di Pintu Tol Brebes Timur Bulan Juni Lalu karena menjamin Tol Brebes itu akan Lancar Tanpa Antisipasi di Lapangan. Pengresmian itu, di tambah dengan tanpa pemantauan saat Arus Mudik membludak, juga amburadul nya Koordinasi Aparat di Lapangan sebagai sebab yang mengakibatkan jatuh Korban.

Jokowi pun terlihat Tanpa response atas kejadian tersebut. Dia takut Citra nya melorot. Padahal Citra nya sedang makin buram di Mata Rakyat, meski sudah lakukan upaya-upaya Pencitraan berkali kali. Seperti membagi bagi sembako, yang semesti nya bisa dilakukan oleh Panitia Sembako.

Turut Prihatin dan Berempati kepada Pemudik yang Meninggal

Kota Mojopahit, 10 Juli 2016

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa