Jokowi : Pamong Praja Jangan Anti Kritik

unnamedKlikaktifis.com – Sebanyak 2014 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXIV tahun 2017 resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo dengan pangkat penata muda tata praja.

Pada pelantikan tersebut dihadiri pula Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo beserta sejumlah menteri lainnya.

Presiden Jokowi berpesan kepada Para Pamong Praja Muda yang baru lulus di IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, untuk tidak alergi menerima kritikan atau protes dari masyarakat. Kritikan harus diterima apabila pelayanan yang diberikan oleh pemerintah dinilai masyarakat tidak memuaskan.

“Sebab, masyarakat sekarang ini tak ragu untuk mendebat, mengkritik atau bahkan protes, jika menurut mereka pelayanan pemerintah dirasakan tidak memuaskan atau lamban,” ujar Jokowi, Selasa (08/08).

Menurut Presiden, kritikan protes dari masyarakat, harus dijadikan bahan perbaikan dalam melaksanakan reformasi birokrasi di lingkungan pamong praja muda ketika bertugas.

“Sebab, saudara pamong praja muda yang bertugas melayani masyarakat, termasuk bagian pemerintah saat ini,” tuturnya.

Perlu diketahui juga, kata Jokowi, berkat kerja sama seluruh elemen bangsa, peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha telah meningkat. Dari 2016 lalu Indonesia berada di peringkat ke-106, tahun ini naik menjadi peringkat ke-91. Peringkat tersebut harus terus ditingkatkan setiap tahun.

Selain itu, berdasarkan hasil survei lembaga internasional, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah di Indonesia cukup tinggi. Presiden berharap agar semua pamong praja muda bisa melakukan terobosan dan selalu menjadi projek persatuan berbineka tunggal Ika.

Bahkan, pamong praja muda jangan terjebak dalam rutinitas yang hanya itu-itu saja, atau tidak bekerja monoton.

“Jangan ada diskriminasi dalam pelayananan berdasarkan warna kulit, daerah asal, agama, dan sebagainya,” pintanya.

Ia mengingatkan bahwa dunia sudah berubah dengan sangat cepat, dan pamong praja pun harus mampu menggerakkan perubahan dan bisa beradaptasi dengan kemajuan di bidang teknologi.

“Rakyat sudah bisa membandingkan antara kecepatan pembuatan layanan pesanan KTP dengan membuat makanan,” ujarnya.

Jokowi berharap agar para pamong praja muda lukusan IPDN bisa memberikan bakti terbaik untuk nusa dan bangsa.

Sementara, Gubernur IPDN, Ermaya Suradinata, mengatakan, sebanyak 2.014 alumni praja terdiri atas putra sebanyak 1.348 dan putri 666 lulusan IPDN angkatan XXIV tahun 2017 dilantik menjadi pamong praja muda dengan pangkat penata muda tata praja.

“Pamong praja muda ini adalah putra-putri terbaik bangsa wakil dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia mereka telah diwisuda kemarin setelah melalui proses panjang pendidikan selama 4 tahun, dengan sistem pendidikan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan, dan dibekali pemahaman tentang kebangsaan dan kebinekaan Indonesia,” katanya.

Ermaya menambahkan, selama proses pendidikan, penempatan mereka di sembilan Kampus IPDN dengan pola integritas kumpul sebar kumpul yang terpusat di Jatinangor.

Selain dibekali ilmu dan teori-teori pemerintahan, kata Ermaya, juga dibekali tentang kepamongprajaan serta pembentukan dan pembinaan moral serta mental.

“Kepribadian para pamong praja ini telah melaksanakan praktek lapangan terjun langsung dan hidup bersama masyarakat di daerah perbatasan pedalaman juru terluar melalui program praktik lapangan baik untuk program PL 1, 2, 3, maupun PL 4 dalam program bakti karya praja dan kuliah kerja nyata,” ucapnya.

Menurutnya, pada praktik lapangan tersebut mereka telah melayani masyarakat dengan membangun rumah masyarakat, dari yang tidak layak huni menjadi layak huni dan mereka telah mejelaskan rutilahu tersebut kepada masyarakat.

“Tidak hanya itu, mereka juga melakukan penataan administrasi desa, kelurahan, dan kecamatan serta menanam pohon serta kebun hidrophonik yang langsung dikunjungi Ibu Negara,” katanya.

Ermaya menjelaskan, pamong praja muda yang dilantik telah dibekali dengan materi revolusi mental sebagai kader pelopor revolusi mental sebagai penjabaran dari program Nawacita dan Trisakti Presiden Jokowi.

Mereka melakukan tindakan nyata setelah Presiden menetapkan IPDN sebagai kampus pelopor penggerak revolusi mental pada 15 Juni 2015 lalu.

“Dengan materi revolusi mental, para pamong praja muda ini telah siap negarabaktikan dan membaktikan pengabdiannya di desa, kelurahan untuk bangsa, negara dimana pun mereka ditugaskan,” tambahnya.

Mereka telah membulatkan kerja sama dengan jajaran TNI dan Polri serta seluruh komponen bangsa untuk membangun bangsa dan negara melalui pengamalan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan menjaga keutuhan NKRI.

“Yang pada dasarnya mereka adalah sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Pemahaman kerja sama ini dilakukan melalui program kegiatan pekan integritas dan perjuangan bersama taruna TNI dan taruna Kepolisian Negara RI, kegiatan kunjungan taruna Latsitanda dan latihan dasar mental kedisiplinan praja IPDN di Akademi Kepolisian Republik Indonesia,” katanya. (MI/Mars)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa