Jokowi Nyambi Jadi Advokat Ahok

IMG-20160722-WA0072
Foto : ilustrasi/net

Catatan Ringan Ahad Pagi

Oleh: Muslim Arbi

Mungkin sebagian orang akan kaget membaca judul catatan di atas. “Jokowi sekarang  menjadi Advokat Ahok”. Tapi, bisa juga bagi sebagian yang lain tidak akan kaget. Bahkan tersenyum geli dengan judul di atas.

Nama nya pertemanan, apalagi pernah satu sekoci di DKI, pastilah ada perasaan bela kawan itu pasti akan di lakukan, apalagi itu menyangkut kepentingan menyelamat kan kawan di saat dalam keadaan yang sangat berbahaya mengancam nyawa dan keselamatan. Teman yang baik pasti akan melakukan apa saja demi keselamatan teman nya itu.

Belakangan, tersiar berita bahwa Jokowi melarang Polisi dan Jaksa mempidanakan Kebijakan Kepala Daerah. Sehingga sebagian orang menafsirkan Jokowi sedang melakukan advokasi atau pembelaan terhadap Ahok, mengingat Ahok sangat sering di beritakan nama nya terkait dengan sejumlah kasus.

Katakanlah Kasus BMW, UPS, Sumber Waras, Reklamasi Teluk Jakarta, belakangan Kasus Tanah Cengkareng, Jakarta Barat. Penafsiran sebahagian orang itu bukan ngawur, karena di dapatkan Bukti dan Fakta.

Sebelum muncul pelarangan kepada Jaksa dan Polisi mempidanakan Kebijakan Kepala Daerah itu, nama Istana sudah sering Kali di sebut dalam kasus Sumber Waras yang sedang di usut KPK. Sehingga penyebutan Istana dalam kasus-kasus yang membalut Ahok, tidak asing dan aneh lagi. Dan lebih aneh lagi Jokowi sebagai penghuni Istana tidak membantah, maka Publik anggap Pembelaan atau advokasi itu benar adanya.

Persoalan yang menjadi TTB, tanda tanya besar adalah, ada apa ya antara Jokowi dan Ahok sehingga Jokowi mau lakukan apa saja untuk selamatkan Ahok? Apakah Ahok pegang Kartu Truf Jokowi, sehingga Jokowi sangat ketakutan, sehingga kalau Ahok berteriak, maka Jokowi akan kelimpungan?

Ini pertanyaan sederhana dan datar saja. Siapa pun pasti dan boleh menanyakan itu, kalau mencermati hubungan Spesial antara Mantan Walikota dan Mantan Bupati itu.

Pertanyaan dan rasa penasaran itu selamannya akan bergelayut di kepala sebagian kalangan sampai Jokowi mau bersuara. Jika tidak bersuara, bisa saja pertanyaan itu se waktu-waktu akan menjadi kekuatan untuk menyadarkan dan membangkitkan.

Karena Rakyat anggap ada yang tidak beres dan ada ketidak adilan Hukum dan perlakukan istimewa oleh Jokowi.

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa