Jokowi Harus Tertibkan Pejabat Yang Permainkan Ketersedian Pangan

img-20160914-wa0045Klikaktifis.com – Rahman Sabon Nama ,Ketua Umum APT2PHI (Asosiasi Pedagang Dan Tani Tanaman Pangan Dan Hortikultura Indonesia) ikut angkat bicara terkait kasus dugaan suap OTT Ketua Dewan Perwakilan Daerah DPD RI Irman Gusman (IG) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rahman Sabon membantah kasus tersebut tidak terkait dengan urusan rekomendasi kuata impor gula Perum Bulog.

Dugaan kasus suap oleh KPK kepada IG sebetulnya tidak terkait sama sekali dengan kuata impor gula , karena berdasarkan data dari APT2PHI, CV. Semesta Berjaya adalah pemain baru sebagai pedagang rekanan penyalur Bulog dan telah membeli 1000 ton gula rafinasi impor Thailand dari Perum Bulog untuk ikut membantu pemerintah dalam stabilisasi harga melalui operasi pasar Bulog, ujarnya dalam keterangan pada redaksi, Rabu (21/9)

Menurutnya, untuk membuka mesteri kasus ini, KPK harus menangani secara profesional dengan menelusuri pokok masalahnya adalah gula rafinasi import Bulog tersebut oleh perusahan ini dibawa ke Padang dan dalam perjalanan terkena razai oleh aparat penegak hukum di Padang Sumatera Barat.

Karena gula tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen sertifikat SNI sehingga berurusan dengan pihak kejaksaan negeri disana.

Oleh karena itu tambah Rahman, keterlibatan IG dalam kasus ini terkait dengan penahanan gula impor oleh kejaksaan dan pengadilan,bukan rekomendasi kuata impor gula dari Bulog, ungkapnya.

Dia menambahkan, seharusnya menjadi tanggung jawab Bulog sebagai importir bukan CV.Semesta Berjaya.

“Maka yang perlu diusut adalah kenapa Menteri Pertanian mengimpor gula rafinasi untuk kebutuhan operasi pasar Bulog ini yang patut dipertanyakan, kenapa bisa dilakukan , karena setahu saya gula rafinisasi tidak boleh bocor kepasar dan dilarang untuk konsumsi masyarakat. Gula rafinasi hanya untuk kebutuhan industri makanan dan minuman”, tuturnya.

Kata Rahman, sudah jelas tugas Bulog dalam pengadaan dan penyaluran gula pasir oleh pemerintah/Bulog untuk menciptakan stabilisasi harga gula pasir dalam negeri dalam upaya meningkatkan pendapatan petani serta menjamin harga yang layak ditingkat komsumen/rakyat Bulog harus mengambil dari PTPN dan Non.PTPN.

Dalam Perpres No. 48 th.2016 bahwa Perum Bulog dibawah Menteri Pertanian dengan peran menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan dan beras baik penetapan jumlah stok cadangan maupun penetapan harga HPP adalah merupakan kewenangan Menteri Pertanian, cetusnya.

APT2PHI berharap agar KPK dapat mengungkap misteri dalam kasus impor gula rafinasi dan raw sugar oleh Bulog ini. Yang paling bertanggung jawab adalah Menteri Pertanian.

Untuk itu patut di telusuri adalah kenapa Menteri Pertanian memberi rekomendasi pada menteri Perdagangan untuk memberikan ijin impor Perum Bulog gula rafinasi 100.000 ton dari Thailand dan raw sugar/gula mentah 260.000 ton karena ini bukan domain Bulog, tandasnya.

Dia menerangkan, harusnya dalam pelaksanaan urusan pengadaan gula dalam negari Bulog langsung melaksanakan pembelian dengan pabrik gula baik dengan PTPN maupun dengan Non PTPN bukan dengan perusahan swata non pabrik gula dan kemudian malakukan penyaluran pada konsumen.

Sehingga patut di pertanyakan kenapa Bulog berperan sebagai calo dengan perusahan industri gula yang memiliki ijin IT dengan
menggandeng PT Jawamanis Rafinasi, PT Dharmapala Usaha Jaya, PT Duta Sugar International, PT kebun Tebu Mas, dan PT Berkah Manis Makmur.

Seharusnya menurut Sabon Nama hal ini dilakukan oleh industri gula pemegang linsensi IT bukan oleh Bulog,karena sesuai peraturan pemerintah bahwa semua industri pabrik gula diwajibkan menjual sebagian hasil produksinya pada pemerintah/Bulog.

Dengan kejadian kasus suap Irman Gusman ini sehingga publik menjadi tau, semua permainan oknum pejabat dalam hal penangan pangan dan inilah menjadi sumber masalah kenapa petani tebu selalu berteriak karena terus dirugikan dan rakyat dipaksa membeli gula dengan harga mahal dan hingga kini pemerintah tidak mampu mengendalikan penurunan harga gula yang bisa dijangkau masyarakat.

Padahal gula rafinasi impor itu harga impornya murah tetapi dijual oleh Bulog dengan harga yang sangat mahal Rp.11.600/kg dibandingkan dengan harga gula tebu petani dibadrol di PTPN dengan Rp.11.040/kg.

Rahman meminta, agar Presiden Joko Widodo segera menertibkan pejabat terkait yang coba mempermainkan ketersedian pangan, karena sangat merugikan petani tebu, pedagang dan komsumen rakyat Indonesia pinta Rahman Sabon Nama melalui pers terkait kasus dugaan suap Ketua DPD RI Irman Gusman dan kuata impor gula Perum Bulog. Demikian Rahman.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa