Jenderal Tito Tak Berniat Maju Jadi Wapres 

unnamed (5)
Foto : setkab

Klikaktifis.com – Belakangan ini muncul suara-suara yang mencoba menarik Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian ke wilayah politik.

Pekan lalu, misalnya, ada kelompok yang gencar menyebarkan pesan melalui media sosial berisi ajakan untuk mendukung duet Joko Widodo (Jokowi) dan Tito Karnavian sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pemilu 2019.

Seorang perwira tinggi (Pati) di Mabes Polri, yang dikenal cukup dekat dengan Tito Karnavian yang tak mau di sebut namanya, meminta masyarakat agar tidak mengganggu kinerja Kapolri dengan menarik-narik ke dalam konstelasi percaturan politik praktis.

“Biarkan beliau menata Polri menjadi lebih baik sesuai dengan visinya membangun polisi yang profesional, modern, dan terpercaya. Jangan ditarik-tarik ke wilayah politik,” kata Pati Polri tersebut Selasa (8/8) seperti di kutip laman sayangi.com

Menurut perwira tinggi ini, Kapolri Tito Karnavian sering mengingatkan kepada jajarannya tentang mengapa patung Gajahmada diletakkan di depan Mabes Polri di Jl. Trunojoyo, Jakarta. Maksudnya agar setiap anggota Polri menjadikan Mahapatih Gajahmada sebagai role modelatau panutan.

Bisa meneladani kedisiplinan, loyalitas, dan keikhlasannya untuk berkorban demi negara. Gajahmada punya pasukan Bhayangkara yang kuat, berhasil memperluas wilayah Majapahit, berhasil menumpas pemberontakan elit Majapahit yang dipimpin Rai Kuti, tapi dia selalu setia pada Raja dan tidak pernah berpikir untuk berkuasa.

Patih Gajah Mada, katanya, punya empat prinsip kebhayangkaraan, yakni Satya Haprabu (setia kepada pimpinan negara), Hanyaken Musuh (mengenyahkan musuh negara), Gineung Pratidina (bertekad mempertahankan negara) dan Tan Satrisna (ikhlas dalam bertugas).

Pimpinan Polri terdahulu mengadopsi empat prinsip bhayangkara itu menjadi doktrin kepolisian RI yang dirumuskan dalam Tribrata dan Catur Prasetya.

“Saya tau persis, Pak Tito adalah profil bhayangkara sejati. Dia tidak akan bisa digoda atau didorong-dorong untuk masuk wilayah politik. Kehormatannya adalah berkorban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Di ketahui wacana mendorong Tito jadi Wapres Jokowi ini seiring dengan munculnya nama-nama lain yang di gadang-gadang sejumlah partai politik seperti Partai Nasdem dan PAN yang mengusung nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Tito sendiri menurut sumber internal menolak wacana ini dan tak punya niat dan ambisi jadi Wapres karena ingin fokus memgabdi di Polri meski dorongan itu beredar luas di publik.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa