Jenderal Tito Minta KAHMI Ikut Cegah Konflik Sosial

IMG_6178-1032x773Klikaktifis.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, PhD meminta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk ikut mencegah konflik sosial.

“Di mana saja ada KAHMI karena itu kita jangan cakar-cakaran di dalam negeri agar tidak kalah dari negara lain,” kata Jenderal Polisi Tito Karnavian ketika menjadi pembicara pada Dialog Nasional HUT 51 KAHMI bertemakan “Mewujudkan Keadilan, Menyatu Dalam Kebhinekaan” di Jakarta, Rabu (20/9).

Tito menilai KAHMI merupakan salah satu unsur penting pada kehidupan berbangsa dalam mencegah potensi konflik sosial. Menurut Tito, anggota KAHMI ada di berbagai bidang dan lapisan masyarakat baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Polisi jenderal bintang empat itu mencontohkan Indonesia bisa meniru Tiongkok yang mampu menjadi negara maju pada bidang ekonomi dalam kurun waktu 20 tahun.

“Bangsa Tiongkok memiliki orientasi ekspansi ekonomi ke luar, selain itu rakyatnya bersatu padu menghadapi tantangan global untuk bersaing dengan negara lain,” ujar Tito.

Kapolri menyatakan Indonesia memiliki potensi menjadi negara maju dengan tiga prasyarat yakni populasi penduduk yang besar mencapai sekitar 265 juta jiwa, kekayaan alam yang melimpah-ruah, serta luas wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Tito menyebutkan Price Waterhouse Coopers (PWC) memperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat nomor lima dunia pada 2030.

Dengan syarat pertumbuhan ekonomi lebih dari lima persen dan stabilitas politik di Indonesia terkendali.

Sementara itu, Ketua Presidium KAHMI Moh Mahfud MD mengungkapkan persoalan Indonesia pada bidang ekonomi yakni kesenjangan antara kelompok ekonomi menengah ke atas dan menengah ke bawah.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan rasa nasionalis yang dibangun berdasarkan keadilan sehingga kebijakan pemerintah tidak merugikan rakyat. (ant/mars)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa