Jasmerah, PDIP Akan Di Hukum Rakyat Jakarta Bila Dukung Ahok 

img-20160907-wa0068

Klikaktifis.com– Ada indikasi Megawati Soekarnoputri akan segera mendukung duet Ahok -Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta mendatang. Indikasi ke arah situ mulai terbaca saat Megawati tidak memperpanjang masa tugas Bambang DH sebagai Plt Ketua PDIP Jakarta. Bambang DH diketahui adalah salah satu tokoh PDIP yang menolak Ahok.

Peristiwa kedua adalah saat Presiden Jokowi mengajukan nama Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN ke DPR. Presiden Jokowi diketahui pernah menemani Ahok untuk melobi Megawati dan nama Budi Gunawan disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Megawati.

Demikian di sampaikan Sya’roni Sekretaris Jenderal HUMANIKA (Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan) dalam keterangannya beberapa saat lalu, Kamis (8/9)

Menurutnya, saat Jokowi mengajukan nama BG, maka banyak pihak yang langsung memafhuminya sebagai deal politik dengan akan segera dibubuhkannya dukungan PDIP untuk Ahok.

Jika itu semua terjadi, maka tidak berlebihan langkah tersebut sebagai langkah mundur PDIP. Harus diingat pemilih Jakarta sangat dinamis dan akan menghukum parpol manapun yang mengkhianati rakyat. PDIP salah satu parpol yang pernah merasakan hukuman rakyat Jakarta, ungkapnya.

Kata dia, Megawati mestinya ingat dimana pada Pemilu 1999 PDIP mendulang kemenangan besar di Jakarta. Namun karena dianggap sudah tidak berpihak kepada rakyat kecil lagi, maka akhirnya dihukum rakyat pada Pemilu 2004 dan 2009.

Dukungan yang akan diberikan PDIP kepada Ahok jelas sangat mencederai rakyat kecil. Ahok sudah berkali-kali menggusur rumah rakyat miskin. Tindakan Ahok yang gemar menggusur diduga kuat untuk kepentingan bisnis kelompok tertentu, tandasnya.

Sya’roni menambahkan, bukan tidak mungkin penghukuman rakyat terhadap PDIP kembali terulang. Dan harus diingat pula Jakarta adalah barometer politik nasional. Kekalahan di Jakarta besar kemungkinan akan diikuti di seluruh wilayah Indonesia.

Akan lebih bijak jika Megawati mengarahkan dukungannya bukan kepada Ahok. PDIP adalah partai besar jangan mau ditekan pihak-pihak tertentu. Jangan pula mempercayai hasil survey yang seolah-olah Ahok melejit sendirian di atas.

“Megawati harus mempercayai mesin politik partai. Siapa pun figur yang diusung akan menuai kemenangan. Dengan syarat figur tersebut haruslah terbukti memiliki keberpihakan terhadap rakyat kecil”, cetusnya.

Tambah dia, diantara calon kandidat yang beredar, Megawati bisa mempertimbangkan nama Rizal Ramli yang sudah terbukti berani mempertaruhkan jabatannya untuk mendukung para nelayan yang tergusur oleh proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

“Bisa dikatakan, Rizal Ramli adalah antitesa Ahok, dimana Ahok adalah pembela kepentingan pemilik modal, sementara Rizal Ramli adalah pembela nasib rakyat kecil. Visi Rizal Ramli sangat sesuai dengan nafas perjuangan PDIP”, pungkasnya.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa