Jakarta Utara Tolak Pemimpin Dzolim

IMG-20160722-WA0055
Foto : ilustrasi/net

Oleh JAMRAN

Koordintor AMJU

Aliansi Masyarakat Jakarta Utara

Perlawanan Jakarta Utara terhadap pemimpin dzolim di Provinsi Jakarta Utara sudah berjalan sejak bulan Mei 2016 kemaren, aksi-aksi yang kami lakukan pun tidak main-main, KPU dan DPRD adalah sasaran kami juga harapan kami agar bisa tegak nya hukum di ibukota negara yang kami cintai, ternyata hasil yang kami dapat tidak sesuai dengan harapan kami dan harapan masyrakat Jakarta Utara.

Perlindungan yang kuat dari kekuasaan negara terhadap gubernur dzolim ini sangat luar biasa, dia tersentuh oleh hukum bahkan dia merasa tidak ada yang mampu menyentuhnya.

Hanya warga Jakarta Utara lah ternyata yang berani mengejar-ngejar gubernur dzolim ini sampai kemanapun di tanah Jakarta Utara, terakhir bahkan sampai kami berhadapan dengan hukum.

Jakarta Utara sebuah kota yang berada di pesisir pantai Jakarta, penduduknya kurang lebih 2 juta jiwa, yang terdiri dari berbagai macam etnis, sebuah kota yang penuh sejarah bahkan kami yakin Jakarta Utara adalah kota pertama berdiri di Wilayah Provinsi DKI Jakarta ini dengan banyaknya situs tua dan bacaan sejarah yan bisa kita buktikan.

Daerah yang sangat keras baik watak maupun situasi kehidupannya sebagai ciri khas kehidupan masyarakat yang hidup di pesisir.

Sejarah masa orde baru pun terlihat sekali bagaimana kerasnya perlwanan masyarakat Jakarta Utara menghadapi situasi mana kala ada yang tertindas dan terdzolimi. Meledaknya kasus Tanjung Priok tahun 1984 sebagai bentuk bukti sejarah nyata yang menjadi triger robohnya rezim orde baru.

AMJU (Aliansi Masyarkat Jakarta Utara) adalah sebuah bentuk keseriusan dan keberanian masyarkat Jakarta Utara saat ini sebagai bentuk perlawanan terhadap gubernur dzolim yang gemar menggusur, gemar marah-marah yang tidak jelas.

Gemar menegur bawahannya di depan media bahkan memecat, gemar korupsi yang besar-besaran dan yakin tidak tersentuh hukum karena yakin akan perlindungan dari pusat kekuasaan yang tersandera olehnya dan bahkan bisa berlaga suci dengan menuduh orang lain korupsi, serta gemar bekerjasama dengan pengembang untuk menguasai pantai Jakarta Utara.

Penolakan masyarakat Jakarta Utara selama ini juga mendapat dukungan dari semua masyarakat Jakarta, yang berarti ini memberikan signal bahwa Jakarta menolak pemimpin Dzolim.

Maka untuk menyambut acara 1 syawal 1437 H maka AMJU mengadakan acara silaturahmi akbar pada tanggal 31 Juli 2016 yang insya Allah akan di hadiri oleh para tokoh nasional, Ulama, para Habaib dan kyai serta seluruh forum dan ormas-ormas yang berada di Jakarta.

Kami menunjukan bahwa kami bersatu untuk menwujudkan cinta damai, cinta ketenangan bukan kegaduhan, kami cinta Jakarta yang sejuk yg bermartabat dan kami cinta indonesia yang mandiri dan ingin Jakarta di pimpin oleh pemimpin yang bijaksana yang bebas dari korupsi pemimpin yang yang mau menghargai musyawarah mufakat sebagai alat untuk mencari solusi, pemimpin yang bisa menjaga jakarta dari serangan asing yang mencari keuntungan pribadi, pemimpi  yang mendengar dan melindungi rakyat kecil, pemimpin yang menjaga aset negara dari asing dan pemimpin yang beradab, sopan dan santun.

Terkesan idealis dan sulit tapi itu realitas yang memang kami ingin kan, semoga saja ada agar kami dapat bersama-sama membangun Jakarta menjadi kota tauladan bagi daerah-daerah lain.

Dari Utara Kita Melawan adalah tagline kami, sebagai kalimat pembawa semangat perlawanan, sebagai kalimat mempersatukan Jakarta untuk menolak pemimpin dzolim dan terakhir kami buktikan kembali keseriusan masyarakat Jakarta Utara yaitu pada hari ini tanggal 23 Juli 2016 kami kehilngan tokoh yang menjadi inspirasi perjuangan dan beliau juga salah satu anggota DPRD DKI Jakarta yaitu abang H.Zainudin.

Yang kami dengar Gubernur Dzolim ingin hadir ke rumah duka, tapi karena komitmen dari keluarga almarhum mereka menolak Gubernur Dzolim untuk datang ke rumah almarhum.

Semoga perjuangan almarhum selama ini mendapat balasan kebaikan yang setimpal, aamiinn selamat jalan abang kami, selamat jalan kami dan warga Jakarta Utara turut berduka cita sedalam-dalamnya.

Ayo kita warga Jakarta Utata  khususnya serta Jakarta secara keselurahan, untuk bersama-sama menolak pemimpin dzolim menjadi pemimpin kita, agar Jakarta kembali normal, kembali damai dan rukun sebagi wujud masyarakat Pancasila sejati.

Jakarta, 23 Juli 2016

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa