Ini Maksud ‘Budak’ Dalam Paguyuban Budak Montor

Klikaktifis.com – Kata ‘Budak’ yang menjadi nama tengah dari Paguyuban Budak Montor (PBM), salah satu organisasi pemuda yang ada di kampung Montor, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang Banten, dalam beberapa waktu ini sempat menjadi pertanyaan publik.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘Budak’ memang identik dengan seorang ‘pembantu, bahkan hamba sahaya’ namun apakah demikian arti dari kata ‘Budak’ dalam Paguyuban Budak Montor (PBM) ?.

IMG-20170912-WA0014

Deni Iskandar menegaskan, kata ‘Budak’ dalam Paguyuban Budak Montor (PBM) tidaklah demikian. Dia mengatakan, banyak arti dari kata ‘Budak’ yang harus dimaknai dan diperhatikan secara seksama.

“Bagi saya, mengartikan kata ‘Budak’ itu tergantung dari perspektif, saya kira kita semua, khususnya bangsa Indonesia punya cara pandang masing-masing dalam mengartikan budak,” ujar Deni Iskandar, yang akrab disapa Goler.

Mahasiswa semester akhir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, lebih lanjut menuturkan, dalam bahasa Sunda Banten, memang bahasa ‘Budak’ bukanlah pembantu, atau hamba sahaya, tapi lebih tegasnya, bermakna, anak atau orang.

“Dalam kamus bahasa Banten, yang disunting oleh Mukhti Ali, salah satu pakar bahasa dan budaya Banten, kata ‘Budak’ tidak bermakna, ‘Pembantu, atau pun hamba sahaya’ kata ‘Budak’ ini lebih bermakna pada identitas, Budak Banten atau Orang Banten,” kata Deni Iskandar, Selasa (12/09)

Dia menyarankan agar, kata ‘Budak’ pada nama Paguyuban Budak Montor itu, tidak diartikan dalam cara pandang dan tutur bahasa Jakarta.

“Kita harus adil dalam memaknai bahasa, sebab setiap daerah itu punya bahasa sendiri, dan logat sendiri, ya kalau kita melihat kata ‘Budak’ dalam logat Sunda Wetan, maupun dalam bahasa Jakarta, tidak adil, sebab kedua daerah tersebut, punya identitas yang berbeda terutama dengan identitas Banten,” ujar Deni.

Sekertaris Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta ini lebih jauh menjelaskan, kata ‘Budak’ yang ada dalam nama PBM sudah tepat dan sesuai dengan karakter dan Identitas Banten.

“Nama ‘Budak’ sudah sesuai saya kira yah, apalagi Montor ini kan adanya di Banten, jadi secara tidak langsung kita sudah membumikan bahasa sunda Banten, kecuali Montor ada di Sumatera, atau pun di Sudah belah wetan tea, kakarak kudu dipertanyakeun, inikan tidak,” jelas Deni Iskandar.

Sekedar informasi, Paguyuban Budak Montor adalah organisasi pemuda di Kampung Montor, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang Banten. Organisasi ini bersifat independen, dan bukan bagian dari ormas maupun partai politik.

Bahkan tujuan dibentuknya Paguyuban Budak Montor (PBM) ini, sebagai upaya untuk menyatukan dan mempersatukan Pemuda di kampung Montor, dengan harapan memberikan kemajuan pada kampung. (****)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa