Ingat, Yusril Pernah Selamatkan SBY

images-18Klikaktifis.com – Bagi saya Pilkada DKI sudah selesai dengan kemenangan Ahok. Tapi saya harus jelaskan sejarah yang dianggap Hoax oleh beberapa pihak, kata Teddy Gusnaidi salah satu pendukung Yusril Ihza Mahendra (YIM) dalam keterangannya beberapa saat lalu, Minggu (25/9)

Menuritnya, tahun 2004 SBY hampir saja tidak bisa ikut pilpres karena syarat kursi untuk maju tidak cukup dan tidak ada partai yang mau bergabung dengannya.

Prof. YIM tidak ingin kawannya itu kandas, ketika SBYudhoyono memohon untuk diberikan kursi PBB, Prof. Yusril berikan kursi itu, ungkapnya.

“Saya tanya ke Prof. Yusril kenapa abang gak jadi Wakil Presidennya SBY saat itu? Kan yang selamatkan SBY saat itu abang”, terangnya.

Kata Prof. Yusril saat itu dirinya mengalah karena baik SBY dan dirinya tidak punya banyak uang untuk kampanye.

Kalau dipaksakan tanpa uang cukup untuk biaya kampanye sana-sini, maka SBY akan kalah. Itu hitungan Prof. Yusril saat itu

Maka Prof. Yusril sambungnya, memberikan tempatnya kepada Pak JK yang saat itu lagi di ‘Singkirkan’ dari Golkar, Pak JK gantikan dirinya jadi Cawapres SBY.

Pak JK pengusaha, tentu punya uang untuk biayai kampanye. Prof.Yusril mengalah agar supaya SBY bisa berkampanye dan menang dalam Pilpres.

“Bagi saya ini bukan mengungkit sejarah dan Jasa Prof. Yusril saat menolong SBY yang saat itu dapat dipastikan gagal ikut Pilpres”, cetusnya.

Kata dia, selain meluruskan sejarah yang mau dibengkokkan ini juga sebagai contoh pelajaran komitmen. Ini yang namanya Air susu dibalas dengan air tuba

Komitmen mengusung Prof. Yusril orang yang menjadikan SBY Presiden, dilepas begitu saja. Apalagi ini soal tiket.

Kondisi yang sama di Tahun 2004 saat SBY memerlukan Tiket Pilpres, Prof. Yusril ada dan bahkan beliau mengalah, memberikan posisi cawapresnya ke Pak JK agar SBY menang.

Lanjutnya, keputusan SBY sudah resmi, silahkan saja, tapi soal sejarah dan komitmen Prof. Yusril Ihza Mahendra satu-satunya orang yang menentukan dan membantu SBY menjadi presiden jangan dihilangkan

“Karena tanpa Prof. Yusril Ihza Mahendra, maka tidak akan ada dalam sejarah Indonesia Presiden dan wapres yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. Tidak akan pernah ada”, tegasnya.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa