Ikhsan : Jangan Sampai Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Hanya Dongeng Belaka

img-20160914-wa0052

Klikaktifis.com – Ketua Umum Forum Pemuda Kawasan Timur Indonesia (FPKTI) Muhammad Ikhsan Hattu mempertanyakan pemerintah terkait dengan dicanangkannya Lumbung Ikan Nasional (LIN) di provinis Maluku. Provinsi seribu pulau tersebut oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkujung ke Ambon Maluku. Pada tahun 2010 pada saat SBY masih menjabat sebagai Presiden.

Pada saat itu SBY menyatakan, pemerintah mendukung upaya masyarakat Maluku untuk meningkatkan produksi ikan dan menjadi daerah Lumbung Ikan Nasional pasca pelaksanaan Sail Banda.

Sudah berbagai upaya dilakukan  oleh pemerintah daerah dan juga sudah Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah terkait rencana tersebut. Demikian ujar Ikhsan dalam keterangannya pada redaksi Rabu (14/9)

Menurut dia, tapi sampai akhir ini di era Presiden Joko Widodo pun masih juga belum tuntas dengan berbagai alasan dari pemerintah pusat, informasi konon sampai di meja Presiden Joko widodo ternyata drafnya masih di atas meja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujdjiastuti.

“Yang saya pertanyakan kepada pemerintah pusat sampai sejauh mana keseriusan pemerintah pusat dalam melaksanakan program LIN tersebut di daerah Seribu pulau tersebut? Karena sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat”, tegasnya.

Saya minta supaya saudara Presiden serius melaksanakan LIN tersebut, jangan sampai visi presiden menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia hanya dongeng belaka. Seperti Tol Laut yang berisi kapal-kapal bekas yang cuma lalu lalang tidak jelas, terangnya.

Kata Ikhsan, jangan hanya percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa, Sumatra pemerintah memperhatikan dan cepat dalam melaksanakannya. Sehingga timbul kesenjangan antara Timur dan Barat

Harapan kepada pemerintah untuk segera ditetapkan Maluku sebagai LIN, karena begitu pentingnya Maluku.

Sebagai LIN maluku mempunyai banyak terobosan sebagai LIN memiliki nilai strategis bukan hanya untuk pembangunan kelautan dan perikanan di daerah saja namun tapi kawasan regional bahkan dunia internasional, pungkasnya.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa