Iin & MRD Akui Ada Hutang Piutang

downloadfile-7
Foto : kabaroke

Testimoni :

Hutang Piutang IIN vs MRD

Sirajudin Abdul Wahab

Sekretaris Jenderal DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

Saya sebagai orang yang sangat tau, dekat dan mengikuti proses hutang piutang antara sdri. Iin dan Sdr. MRD. Harusnya hutang piutang ini tdk menjadi sesuatu hal yang sangat melebar dan keluar dari konteks Iin dan MRD, apalagi menyeret nama Pesantren Khafidul Qur’an, yatim piatu, yang sama sekali tidak ada korelasinya, kasian pesantren diseret-seret.

Karena sdr. MRD bukan meminjam uang pada pasentran, dan uang yang dipinjamkan itupun bukan juga uang yang hasil/bersumber dari pesantren. Saat ini Hutang piutang ini diluar dari ekspektasi saya sebagai orang yang dekat dengan kedua orang ini (IIN & MRD), apalagi harus berujung menjadi fitnah, pendzoliman, ketidaksukaan dan rasa kebencian.

Memang jangka waktu peminjaman uang itu cukup lama, hampir 1,5 tahun, ditambah dengan komunikasi kedua orang ini (Iin & MRD), yang tersumbat, ketersumbatan itu disebabkan karena rasa ketidakenakan/malu hati dari sdr. MRD, diperparah kondisi sdri IiN yg lagi membutuhkan suntikan dana dalam urusan pekerjaan/proyek, akhirnya menyumbat semua komunikasi.

Sehingga masalah semakin larut, dan sampai saat ini menjadi konsumsi banyak orang. Saya sebagai satu-satunya orang ketiga dari kedua orang ini (IIN & MRD), ikut memikul beban dan rasa malu yang mendalam, dan teriring ucapan mohon maaf yang sebesar-besarnya  kepada sdri. IIN, atas semua kondisi, kekurangan dan keterbatasan kami semua.

Dalam konteks hutang piutang, saya sangat tau detail dan totalnya, Hutang sdr. MRD tidak senilai 900jt, seperti yang dibicarakan, ataupun yang disebarluaskan oleh orang-orang yang sama sekali tidak ada kaitan atau tidak ada hubungannya dengan hutang piutang antara sdr. IIN dan MRD.

Serta uang hutang piutang tersebut, bukan hanya dipergunakan untuk kepentingan pribadi sdr. MRD, namun ada kaitannya dengan aktivitas DPP KNPI, artinya secara moral dan moril kami DPP KNPI merasa menanggung hutang dan sekaligus menanggung malu atas ini semua.

Dari total hutang sdr. MRD dan digabungkan dengan hutang orang lain diluar knpi yang memiliki hubungan pribadi dgn MRD kepada sdr. IIN, saya sangat meyakini, tidak ada sedikitpun niat atau keinginan dari sdr. MRD untuk tidak membayar atau tidak menyelesaikan hutang, dan tidak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang ingin dipermalukan dan diperolok-olok atas nama Hutang Piutang.

Sdr. MRD memang salah, sdr. MRD memang bukan konglomerat, sdr. MRD memang berhutang, sdr. MRD mungkin brengsek, tapi bukan berarti sdr. MRD dihakimi dan dizholimi, atas nama tidak mau membayar hutang.

Dari total hutang 550 jt + 50jt sebagai dana terima kasih dan permohonan maaf dari sdr. MRD (saya sendiri yang menyuruh sdr. MRD untuk menambah 50jt), sehingga total Hutang 600Jt. dan sdr. MRD telah membayar hutangnya 350jt, dan masih ada sisa sebagian hutang yang belum terbayar.

Artinya sdr MRD secara sadar menyadari adanya hutang piutang itu, itikad baik itu ada dengan cara membayar hutang, situasi dan keadaanlah membuat semuanya harus butuh waktu.

Saya berharap semoga sdr. MRD dapat menyelesaikan sisa hutangnya dalam waktu yg tidak terlalu lama dan tidak berlarut. Kalaupun dianggap sdr. MRD tidak ada mau dan tidak mampu membayar hutang, apakah dengan cara mendzolimi atau membunuh karakter orang.

Indonesia ini harus dijunjung tingga atas nama hukum, apabila semangat kekeluargaan dianggap telah mengalami jalan buntu.

Apalagi demontrasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak ada korelasinya dengan hutang piutang itu, diluar akal sehat saya, dan saya tidak menemukan titik yang bisa menghubungkan antara hutang piutang sdr MRD pada IIN, apalagi korelasi pada orang-orang yang melakukan aksi demonstrasi tsb, apalagi mengatasnamakan pesantren Khafidul Qur’an, dan demonstrasi dialamatkan ke Partai Politik atas hutang piutang sdr. MRD.

Atau ada agenda lain yang  tidak saya ketahui tentang saudara IIN dan Pesantren Khafidul Qur’an. Apalagi pimpinan demo sdr. Jhonson Silitonga dan yang lainnya, apakah mereka itu Guru/Ustadz/murid/alumni/Pemilik Pesantren Khafidul Qur’an??

Sehingga mereka semua merasa dirugikan atas hutang piutang tsb??? Dan saya tau persis tidak ada sedikitpun uang yang dipinjam oleh sdr. MRD adalah bukan/tidak dari uang Pesantren Khafidul Qur’an apalagi Atas Nama Yatim Piatu.

Testimoni ini saya sampaikan, semoga bisa meluruskan sebagian dari ketidakbenaran informasi yang ada.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita semua, dan tergolong orang-orang yang sabar dan dijauhkan dari fitnah yang keji. Amiin YRA.

Jakarta, 29 Juni 2016

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa