IEW Tolak Pencaplokan PGN Oleh Pertamina 

images (14)
Ilustrasi/net
Klikaktifis.com – Beberapa waktu belakangan ini perdebatan soal holding BUMN yang di rencanakan pemerintah termasuk ide di gabungnya BUMN Migas antara Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN), saat ini menemukan momentumnya saat di gelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGN.
RUPS PGN yang di gelar Kamis 4 Mei 2017 ini berdasarkan hasil kajian internal kami menemukan bahwa pada RUPS tersebut telah terjadi manuver- manuver yang memaksakan pejabat-pejabat Pertamina agar menguasai direksi PGN, demikian dismpaikan M. Adnan Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) dalam keterangannya yang di terima redaksi, Rabu (04/05).
Menurut Adnan, Hal ini menjadi kecurigaan publik semakin besar karena di balik ini semua adalah untuk mempermudah akuisisi PGN masuk menjadi bagian dari Pertamina.
“Padahal posisi PGN sebagai perusahaan publik hari ini sangat sehat secara finansial dengan ‘core’ serta fokus bisnis pada GAS sehingga jika di gabung ke pertamina justru sangat merugikan konsolidasi BUMN gas ini”, sebut Adnan.
Dia menambahkan, Karena bila pemerintah (KemenBUMN) ingin membuat holding maka seharusnya konsolidasi pada BUMN BUMN yang selama ini selalu merugi bukan pada BUMN yang sehat seperti PGN dimana hal ini juga  sesuai dengan rekomendasi Komisi VI DPR RI.
Tidak masuk di akal bila perusahaan yang selama ini ahli di bidang GAS di suruh bergabung dengan Pertamina yang selama ini lebih banyak mengurusi Minyak.
Ini semua adalah indikasi adanya mafia mafia (kelompok kepentingan) di Pertamina yang berselingkuh dengan kekuasaan punya kepentingan jahat lain dengan memaksakan kehendak orang-orang pertamina menjadi direksi PGN.
Agar dengan mudah mengusai PGN dan merealisasikan keinginannya yang patut di duga melanggar hukum (UU BUMN) dan melanggar asas ‘good governance’ perusahaan, ungkap Adnan.
Untuk itu kami sambung Adnan, kami yang merupakan bagian dari rakyat Indonesia menolak keras pencaplokan PGN Oleh Pertamina dan menolak keras adanya inviltrasi pejabat pejabat Pertamina yang berselingkuh dengan kekuasaan untuk memguasai PGN dan memksakan kehendaknya untuk merealisasikan cita-cita penggabungan perusahaan.
“Karena bila hal ini di paksakam maka yang rugi adalah rakyat Indonesia dan hanya memguntungkan sekelompok mafia yang hari ini bergerilya untuk kepentingan bisnis hitamnya sendiri”, pungkas Adnan.
Di ketahui dalam undangan media yang di terima redaksi IEW berencana menggelar aksi menolak pencaplokan PGN oleh pertamina pada saat RUPS PGN berlangsung Kamis siang (04/05) di Foursesion Hotel Jalan Gatot Subroto Jakarta selatan.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa