Hattaconomic, Pasar Tak Boleh Terlalu Berkuasa Tapi Juga Tak Kalah

 

Ketum PARA 20160718_121336

Rusli Halim

Mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (DPP IMM)

Sejak awal Indonesia merdeka, mindset Undang – Undang terbagi menjadi 2 yakni kepemilikan dan kemanfaatan.

Pendukung kepemilikan, di dukung nasionalisme radikal, bahwa segala yang ada di Indonesia harus di kuasai negara, manifestasinya dikelola oleh BUMN

Pendukung kemanfaatan, didukung nasionalisme moderat (baca : pro kapitalis). Bagi golongan ini, yang terpenting adalah bermanfaat buat rakyat, maka negara tidak perlu memiliki, hanya membuat regulasi, kepemilikan silahkan kepada korporasi baik dalam negeri atau asing (ekonomi pasar)

Saat ini hampir seluruh sektor ekonomi dikuasai golongan kedua, oleh karena itu, untuk memakan singkong, tidak perlu tanam, beli saja dari Vietnam, untuk minum kopi, ngapain nanam tebu, beli aja gula dari Thailand, India atau lainnya.

Ada tokoh Indonesia yang mencari dan sudah menemukan jalan tengah. membuat pasar tidak terlalu berkuasa tapi juga tida kalah. konon nama konsep nya “HATTA-NOMIC”

Kitab tafsir al-manar, karya Muhammad Abduh konon juga adalah ditulis sang guru, Jamaludin Al-Afgani karena wafat diteruskan oleh Abduh.

Kembali ke Hatta-Nomic, karena pencetus awal sudah tidak lagi menjadi Menko Perekonomian, maka sang adik (Hafisz bisa meneruskan Jihad Ekonomi untuk selamatkan Indonesia melalui parlemen.  Allahu akbar!!!

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa