Hafisz Tohir ; Kebijakan Import Kebutuhan Pokok Rakyat, Menggerus Devisa Kita

IMG-20160718-WA0039Klikaktifis.com – Jika pemerintah membiarkan terus impor di bebaskan maka semua pedagang kita akan berlomba-lomba lakukan impor sebanyak-banyaknya.

Bukan karena harga impor lebih murah atau kualitas lebih bagus, tapi memang sudah wataknya pedagang/broker lebih menyukai kerjaan instant yang jelas untungkan mereka.

“Karena mereka para pedagang tersebut tak akan pernah mau investasi di pertanian karena banyak aturan dan njelimet urusannya”. Demikian ujar Achmad Hafisz Tohir Wakil Ketua Komisi XI DPR RI saat di hubungi redaksi di Jakarta, Senin pagi (18/7/2016)

Menurut Hafisz, Ini kegagalan janji Pemerintah untuk stop import. Nasionalisme telah di gadaikan.

Nasionalisme itu sambung Hafisz, harus ditegakkan oleh negara, bukan oleh mekanisme pasar (kapitalism) seperti yang terjadi saat ini.

“Maka sudah seharusnya negara berpihak kepada petani (ladang-ladang) di tanah air sendiri untuk memperkuat swasembada pangan”, tegas penggemar olah raga boxing dan marathon ini.

Kata Hafisz, kini hampir semua kebutuhan makanan pokok diimport seperti beras, gula, cabai, bawang, kedelai, terigu, garam, buah-buahan bahkan susu dan daging.

“Padahal makanan tersebut dikonsumsi setiap hari oleh rakyat indonesia. Hal ini yang menggerus devisa kita”, pungkasnya.****

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa