Gusrin Lessy : Penghinaan Dan Pernyataan Ancaman Di Medsos Bisa Di Pidana 12 Tahun Penjara

maki-fb
foto : ilustrasi/net

klikaktifis.com – Kepada redaksi, koordinator Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) Provinsi Maluku Gusrin Lessy, SH MH mengatakan, tindakan penghinaan, ucapan tidak senonoh serta ancaman kepada seseorang melalui media elektronik seperti sms, facebook, twitter dan media sosial lainnya dapat di kenakan sangsi hukum dari kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dan juga dari UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Gusrin menjelaskan, Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 27 ayat (3) menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dapat di pidana dengan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah), ungkapnya di Ambon, Minggu (18/9/2016)

Terkait pernyataan ancaman di media sosial sambung Gusrin, dapat di kenakan Pasal 29 UU ITE yang menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 45 ayat (3) UU ITE, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah), tukasnya.

Menurut Gusrin, contoh kejadian ini seperti yang di lakukan oleh saudari Mace (erna ternate) dengan akun FB Yanti Arfianty (instruktur senam) di kabupaten Buru Provinsi Maluku , yang mengeluarkan kata-kata kotor serta ancaman di FB kepada saudari Ifnu Ayu Riska bisa di kenakan sangsi pidana dalam UU ITE yang saya sebutkan tadi, tegas magister hukum lulusan Universitas 17 Agustus Surabaya ini.

“Saya ingatkan kepada saudari mace untuk hati-hati dalam menggunakan dan mengeluarkan pernyataan di media sosial. Bila tidak ada itikad baik dari saudari mace maka saya sendiri yang akan mengadvokasi saudari Ifnu Ayu Riska untuk melaporkan pada pihak kepolisian di Polres Buru”, cetusnya.

Seperti di ketahui, maraknya media sosial yang berisi penghinaan, ancaman dan kata-kata kotor di media sosial belakangan ini bahkan pejabat negara sekelas presidenpin terkena bully. Kapolri Zaman Badrodin Haiti bahkan mengeluarkan Peraturan Kapolri tentang hate speach (pernyataan kebencian) yang mengancam pidana bagi para pelakunya.

Kejadian di Jawa Tengah, ada seorang tukang bakso yang menghina Presiden Jokowi telah di putus bersalah oleh pengadilan. Kasus yang sama pernah juga menimpa wakil ketua DPR RI Fadli Dzon.(mars)

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa