GPII : Setelah Armando Tersangka, Kini Giliran Megawati Di Tunggu

PP-GPII 20170125_154043Klikaktifis.com – “Hari ini saya kaget baca berita di media online. Ade Armando, Dosen UI yang sempat membuat status singggung Allah bukan orang arab bla bla bla, dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Satu lagi berita tentang janji Kapolri untuk menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama oleh Presiden ke 6 Megawati Soekarno Putri”.

Demikian di sampaikan Karman BM, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dalam keterangannya pada awak media, Rabu (25/01)

Sebelumnya Polri juga telah memproses segera Delik pidana oleh Ahok, yang sama sama kita tahu sekarang ini sedang disidangkan di pengadilan.

Karman menjelaskan, tiga orang tersebut memang secara terang-terangan beropini seputar ajaran Islam, tanpa memiliki otoritas yang benar. Yang kemudian bisa menimbulkan gejolak di tengah masayarakat.

Sebagai aktifis tambah dia, kita patut berikan apresiasi atas cepatnya Polri mengusut kasus tersebut.

“Ini menepis dugaan dan pandangan miring selama ini, jika orang Islam yang berseberangan dengan pemerintah dan di duga melanggar hukum segera dipanggil dan diproses, seperti Nurul Fahmi, Habib Rizieq dan beberapa aktifis yang selama ini dituduh makar seperti Rizal Kobar cs yang masih di rutan narkoba PMJ. Namun tidak demikian bagi pendukung pemerintah”, cetusnya.

Untuk itu kata dia,  kita dukung Polri untuk usut tuntas LP atas Ade Armando dan Megawati. Dengan demikian rasa keadilan masyarakat bisa terpenuhi.

Semoga dengan demikian, masyarakat awam juga bisa tahan diri untuk melakukan hal serupa.

“Fiat Justitia Ruat Caelum. Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh”, pungkasnya.

Sebelumnya Polri menetapkan Ade Armando sebagai tersangka karena di duga menista Allah dalam akun medsosnya. Kejadian ini sejak 2015 namun baru di laporkan pada Mei 2016.

Dan soal kasus Megawati, menjawab pertanyaan awak media saat rapim Polri, Tito Karnavian menjelaskan alur proses hukum yang di lalui seseorang mulai dari penyelidikan sampai penyelidikan termasuk Presiden ke 6 Megawati.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa