Golkar Sudah Melangkah Dua Biduk,

IMG-20160615-WA0103
Foto : ilustrasi/net

Oleh: Muslim Arbi

Setelah menyaksikan pernyataan Partai Golkar memberikan dukungan kepada Ahok sebagai Cagub pada Pemilukada DKI 2017 tadi sore di TVOne, Penulis cukup kaget juga. Karena Partai Golkar Sudah mendahului PDIP dan Partai lain dalam pencalonan Cagub DKI.

Bila menyimak rencana Pencalonan Kapolri yg di ajukan oleh Presiden Jokowi hari ke DPR, sebagai Calon Kapolri Tinggal dan DPR merencakan Fit and Proper test di Komisi III DPR pada pekan depan.

Dan sore tadi TVOne melakukan pemberitaan Close UP Komjen Tito Karnavian, maka Hampir saja di katakan perjalanan Mantan Kapold Metro ke Kursi Tri Brata I mulus. Dan Pria asal Palembang ini akan lenggang Kangkung sebagai Kapolri hanya tunggu pelantikan saja.

Dua biduk catur Politik Partai Golkar setelah Munaslub Golkar Bali tidak sia2 yg sudah bertekad menjadi Konco Istana sungguh sangat sukses.

Meski harus keluar dari KMP dan bermain dengan alur perpolitikan yg sdh menjadi tradisi tidak boleh jauh dari Halaman Istana. Jadi jgn berharap Partai Golkar akan mengambil posisi perlawanan dengan Penguasa meski Melawan Suara Rakyat sekalipun.

Dua Biduk itu adalah Partai Golkar segera umumkan Dukungan  Cagub Ahok yg juga sangat di bela mati2 oleh Istana dalam Kasus Sumber Waras dan Reklamasi Teluk Jakarta dan Pencalonan Kapolri yg kans nya besar nya jadi.

Karena Ketua Komisi III DPR dan Ketua DPR adalah Kader Partai Golkar yg tidak mungkin Melawan Keputusan Ketum Partai Golkar yg di pernah ramai nama nya disebut Papa Minta Saham.

Bagaimana dengan PDIP dalam hal Pencalonan Gubernur DKI, masih menimang nimang Calon atau akan terpaksa mendukung Ahok? Atau memang sdh punya Niat tapi masih dirahasiakan?

Soal Pencalonan Kapolri meski ada semacam dukung dari PDIP terhadap Calon Kapolri yg di ajukan Presiden, tapi dalam hal ini, nasib Komjen Budi Gunawan yg pernah di timang2 PDIP dan Sangat Dekat dengan Ketum Megawati, bisa di katakan Gagal kalau akhirnya Komjen Tito Karnavian yg terpilih.

Itulah Golkar dengan trik maianan dan kelihaian nya. Meski Tidak Berkeringat saat Pilpres, tapi begitu nmendekat ke Istana, Jokowi pun di buat nya terbengong bengong.

Atau memang begitu kah permainan yg di sukai Jokowi, dan Jokowi mulai menemukan kawan main yang pas sehingga PDIP dan Anggota KIH nya harus gigit jari jika tidak meselaraskan alunan dan manuver Partai Golkar.

Bagaimana kelanjutan episode Biduk Catur yang akan di mainkan kedepan, tinggal lihat, bagaimana Isu reshuffle yg sdh di singgung lagi oleh Jokowi secara kelakar pada saat Peringatan Hari Wafat Mas Taufik Kemas beberapa waktu di Rumah Tengku Umar.

Apakah Partai Golkar akan menysihkan PDIP dan Anggota KIH lagi untuk menggusur pos2 penting di Kabinet? Lalu apakah PDIP dan Koalisi Parpol Pilres dulu akan tersisih dan harus Balik menjadi Oposisi atau Bertarung juga di Istana? Mari kita lihat biduk selanjutnya, sembari Pasang Kuping, apakah sedang ada Perang Bubat di Istana?

Wallahu’alam

Surabaya, (15-6-2016)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa