GNPF MUI : Tak Ada Lagi Aksi Bela Islam Setelah Aksi 55

IMG-20170505-WA0018Klikaktifis.com – Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Zaitun Rasmin, mengungkapkan bahwa demonstrasi hari ini menjadi demonstrasi terakhir yang dilakukan pihaknya.

“Kita pastikan ini merupakan Aksi Bela Islam terakhir. Bagi kita ini merupakan final,” ujar Zaitun di hadapan massa aksi di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta, Jumat (5/5).

Dia sekaligus memastikan bahwa GNPF MUI akan tetap mengawal peradilan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama atau Ahok.

“Kita tetap berharap hakim mampu bersikap adil dalam menegakkan hukum,” tuturnya.

Tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Ahok, yakni 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan, dikritik banyak kelompok. GNPF MUI menilai jaksa mendapat intervensi kekuasaan sehingga menjatuhkan tuntutan yang terlalu ringan.

Siang tadi, 12 orang delegasi GNPF MUI mendatangi gedung Mahkamah Agung untuk mendesak hakim yang menangani persidangan Ahok bisa memutuskan vonis dengan independen.

GNPF MUI sudah menggelar enam kali Aksi Bela Islam setelah terjadi kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Ahok. Aksi pertama digelar 14 Oktober 2016.

Setelah itu, dilanjutkan pada 4 November 2016 (411), 2 Desember 2016 (aksi 212), 31 Maret 2017 (aksi 313), dan pada 28 Maret lalu.

Seperti di ketahui, hari ini Jumat (5/05) ratusan ribu ummat Islam dari berbagai daerah melakukan aksi ‘long march’ dari masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah agung.

Masa ummat Islam menuntut Hakim bertindak adil dalam memutuskan perkara Ahok sesuai KUHP pasal 156 jo 156a dengan hukuman 5 tahun penjara seperti yurispendensi hukum bagi penista penista agama sebelumnya.(rmol/mars).

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa