GMP Desak Kejaksaan Linggau Tangkap Bambang Hariadi

rian
Foto : Rian Opiansyah, Koordinator Aksi GMP

Klikaktifis.com – Terungkapnya kasus korupsi di daerah baik yang dilakukan oleh pejabat daerah menunjukkan mereka telah memanfaatkan posisi dan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri.  Amanat jabatan untuk memikirkan nasib rakyat hanya tinggal isapan jempol belaka.

Kepada redaksi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Garda Muda Palapa (DPW GMP) Sugeng Prayoga (SP) mengatakan, berdasarkan investigasi GMP dan ditambah informasi yang bersumber dari media jurnal independen, ada dugaan peggelembungan harga pengadaan sapi di dinas peternakan dan perikanan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Dinas Peternakan dan Perikanan (DISNAKAN) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 yang lalu menganggarkan dana sebesar Rp 1,2 milyar lebih untuk pengadaan 30 ekor sapi perah dan juga menganggarkan perlengkapan sapi perah dengan anggaran Rp 2,29 juta lebih untuk diserahkan kemasyarakat.

30 ekor sapi perah tersebut 10 ekor sapi perah siap bunting dan 20 ekor sapi perah dara, hal ini di sampaikan Drh. M. Nasir. M.Si kabid peternakan (DISNAKAN) Musi Rawas yang juga pejabat pelaksa teknis kegiatan (PPTK) ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, ungkap SP di Linggau, Kamis (22/9)

SP menceritakan dari informasi Drh. Nasir,  30 ekor sapi tersebut diakui nasir untuk sapi perah siap bunting dibeli dengan harga satu ekor Rp 31 juta sedangkan untuk sapi perah dara satu ekornya Rp 25 juta.

Harga tersebut termaksud biaya transportasi dan juga biaya perawatan selama dalam perjalanan dari tempat asal sapi yakni Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Dana pembelian sapi perah yang dianggarakan tidak sampai Rp. 1,2 miliar namun hanya Rp 950 jutaan.

Sementara dari data yang dihimpun total dana pembelian sapi perah ika dihitung hanya Rp 810 juta, rinciannya 10 ekor sapi siap bunting dikalikan Rp 31 juta yang jumlahnya Rp 310 juta dan 20 ekor sapi dara dikalikan Rp 25 juta berumlah Rp 500 juta.

“Jelas ini terlihat ada sisa pembelian harga 100 juta lebih dari harga yang disebutkan M Nasir yakni Rp 950 juta lebih dan ada selisih dana Rp 400 juta lebih jika berdasarkan pagu anggaran Rp 1,2 miliar”, cetus SP

Dia menambahkan, selain itu berdasarkan inormasi pedagang sapi perah Pasuruan Jatim saat konfirmasikan via telepon mengatakan untuk harga bibit sapi perah PH terdiri dari berbagai jenis sapi diantaranya pendet lepas sapi dengan tinggi 85 cm harga berkisar lima sampai enam juta rupiah.

Sedangkan untuk sapi dara siap kawin dengan tinggi 120 cm diual dengan harga berkisar 10 jutaan, sedangkan dara bunting tiga sampai lima bulan dihargai lima belas jutaan, tutur SP

“Secara umum dirinya menduga ada kegiatan di jajaran Di dinas Peternakan dan perikanan Musi Rawas yang rawan korupsi”, tandasnya.

Di kesempatan yang sama Rian Opiansyah koordinator aksi Garda Muda Palapa (GMP)  mengatakan, akan mengadakan aksi demonstrasi ke kejaksaan Lubuklinggau dan Bupati Musi Rawas Senin depan (26/9/2016) dengan tuntutan sbb,

Pertama, Mendesak kejaksaan Lubuklinggau dan Kejati segera menangkap dan memeriksa kepala Dinas Peternakan dan perikanan kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan Ir. Bambang Hariadi, MH.

Kedua, mendesak Bupati Musi Rawas segera mencopot jabatan Ir. Bambang Hariadi, MH. Demikian Rian Opiansyah.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa