GEMURA Gelar Aksi Desak Suu Kyi Diseret Kemahkama Internasional

IMG-20170905-WA0026Klikaktifis.com – “Pembantaian etnis Rohingya di Myanmar, adalah tragedi kemanusiaan yang tak bisa ditoleril atas nama apapun. ini adalah extraordinary crime karena dengan kejam melakukan persekusi dan pembantaian terhadap warga etnis minoritas Rohingya”, seru Putri Khairunnisa Korlap aksi Dewan Pengurus Pusat Gerakan Muda Nurani Rakyat (DPP GEMURA) dalam orasinya diatas mobil komando di Kedubes Myanmar di Jakarta, Selasa (05/09).

Menurut Nisa sapaan akrabnya, berdasarkan laporan yang kami terima, sekitar 90.000 etnis Rohingnya telah diusir paksa oleh militer Myanmar dengan kekerasan dan pembantaian. Lebih dari 1000 nyawa sudah berjatuhan akibat praktek pembersihan etnis (genosida).

Demikian pun ratusan kaum wanita terutama para gadis Rohingya yang tercatat menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual tentara Myanmar.

“Ini merupakan aksi pembantaian yang sudah dapat di kategorikan pada genosida, bentuk kejahatan kemanusiaan dan kekerasan terhadap warga sipil tak bersenjata dengan kekerasan militer”, tegas mahasiswi Jayabaya ini.

Sementara itu di kesempatan yang sama Fatma Ayu Mawarni Plt. Sekretaris Jenderal DPP GEMURA mengatakan, otoritas Myanmar di bawah kepemimpinan peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi harus bertanggung jawab.

IMG-20170905-WA0025

GEMURA lanjut Fatma, sebagai entitas rakyat Indonesia, menganggap kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar, bertentangan dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.  Maka kami menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut.

Pertama kata mahasiswa UIC Jakarta ini, Gemura mendesak agar otoritas Myanmar Aung San Suu Kyi diseret ke Mahkamah Pidana Internasional untuk diadili serta mencabut nobel perdamaian.

Kedua, Mendesak Badan Keamanan PBB segera mengambil langkah cepat dan tegas, menyudahi pembantaian warga sipil minoritas muslim Rohingya oleh militer Myanmar dan membantu penanganan pengungsi Rohingya.

Ketiga, Sebagai negara anggota ASEAN, Kami mendesak pemerintah RI agar mengajak negara-negara anggota ASEAN dan masyarakat dunia untuk menekan Myanmar agar menghentikan praktek persekusi dan genosida terhadap penduduk minoritas muslim Rohingnya di Myanmar. dan meminta agar Myanmar dicabut keanggotaannya sebagai negara anggota ASEAN.

Keempat, mendesak pemerintah Indonesia agar memutusukan hubungan diplomatik dengan Myanmar dalam bentuk mengusir duta besar Myanmar dari Indonesia serta menarik duta besar Indonesia dari Myanmar.

Kelima, mendesak pemerintah bersama dengan anggota Asean untuk menjatuhkan hukuman berupa embargo ekonomi selama pembantaian etnis rohingnya masih berlangsung, tegas gadis ayu asal Kendari Sultra ini.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa