dr. Ali Mahsun Kecam IDI Dampingi Dokter Tersangka Kasus Vaksin Palsu 

‪+62 812-9318-872‬ 20160722_090258Klikaktifis.com – Sungguh naif dan konyol tindakan IDI memberikan pendampingan kepada dokter tersangka kasus vaksin palsu. Ini pelecehan dan dosa terbesar IDI yang menciderai seluruh takyat dan bangsa Indonesia.

Kasus vaksin palsu yang berlangsung selama 13 tahun merupakan kejahatan kemanusiaan terbesar di Indonesia terkait dengan keberlangsungan generasi penerus bangsa yang menentukan perjalanan Indonesia ke depan.

Kasus vaksin palsu juga tak ada kaitan secara langsung antara tersangka dan profesinya sebagai dokter, melainkan murni sebuah kejahatan kemanusiaan yang sangat kejam. Aneh, uniks dan menggemaskan sikap dan tindakan IDI tersebut, geram dr. Ali Mahsun, M. Biomed Mantan Ketua dan Dewan Pakar PB IDI di Jakarta sesaat seusai mendengarkan Sikap IDI yang disampaikan dr. Mahesa Paranadipa, MH KetuaPB IDI  di Radio Elshinta pagi ini Jumat (22/7/2016)

IDI harusnya segera lakukan pemecatan keanggotaan dokter yang ditetapkan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka kasus vaksin palsu, seharusnya segera pecat 3 dokter anggota IDI tersangka vaksin palsu, bukan sebaliknya, mendampingi mereka.

Ingat, jangan pernah bermain api nanti terbakar, jangan pernah perkeruh aquarium yang sudah banyak lumpurnya nanti sesak nafas didalamnya.

Oleh karena itu, sebagai seorang dokter dan anggota masyarakat, saya mengecam keras sikap dan tindakan IDI tersebut dan mendesak segera pecat 3 dokter tersangka kasus vaksin palsu anggota IDI demi harkat dan martabat profesi dokter dan masa depan generasi penerus bangsa”, tegas dr. Ali Mahsun, M. Biomed mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI ini.

“Saya minta kepada IDI untuk jujur dan membuka semuanya kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia terhadap berbagai isu dan kasus yang merundung profesi dokter akhir-akhir ini”, ujar dokter yang juga panggagas yayasan kesehatan indonesia.

Mulai isu dan kasus suap kepada dokter dari perusahaan farmasi tertentu hingga vaksin palsu yang sedang menstunamikan generasi penerus bangsa Indonesia.

Pemerintah tidak berikan jaminan kesejahteraan kepada dokter atau penghargaan terhadap profesi dokter belum memadai atau kehidupan dokter masih banyak yang belum layak jangan dijadikan argumentasi sebagai penyebab terjadinya tindakan-tindakan oknum dokter yang merusak harkat dan martabat kemuliaan profesi dokter.

Kenyataan ini sungguh sangat  memiluhkan. IDI juga harus turun ke lapangan membaca kenyataan yang ada saat ini bahwa ‘VIRUS TAK PEECAYA KEPADA DOKTER INDONESIA’ sedang menyebar dimana-mana atas tragedi vaksin palsu dan berbagai isu lainnya yang sedang mendera profesi dokter.

Ini harus dihentikan, jangan sampai atau tidak boleh terjadi posisi dokter Indonesia tergantikan dokter asing kedepannya. Bahkan IDI juga harus berupaya keras kembalikan kedaulatan kesehatan Indoneaia”, pungkas Ali dokter ahli kekebalan tubuh jebolan FK Unibraw dan FK UI.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa