DPP SEMMI Kecam Represifitas Aparat Ke Mahasiswa, Ahokers Dibiarkan

Klikaktifis.com – Dewan Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (DPP SEMMI) menyesalkan terjadinya tindak kekerasan yang brutal para aparat Kepolisian terhadap ratusan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Yang menggelar aksi protes perihal Kasus Sumber Waras, Korupsi Bus Transjakarta, Reklamasi Teluk Jakarta, Simpang Susun Semanggi, BLBI dan E-KTP di depan Istana Negara terjadi Rabu malam (24/5).

IMG-20170525-WA0006

“Mengutuk dan mengecam keras atas kekerasan dan represifitas yang terjadi pada mahasiswa yang berunjuk rasa  oleh aparat kepolisian harus diusut tuntas dan mahasiswa yang telah ditangkap harus segera kembali dibebaskan”, tegas Ketua Umum DPP SEMMI Mochammad Azizi Rois dalam keterangannya yang di terima redaksi, Kamis (25/05).

Menurut Azizi, respon ketidakadilan aparat kepolisian terhadap unjuk rasa mahasiswa ini telah menghantam dan menyakiti masyarakat luas.

Karena begitu kerasnya menyeret dan membabi buta berupaya membubarkan massa aksi mahasiswa dengan tindakan brutalnya setelah batas waktu sampai pukul 18.00 WIB, sedangkan pengunjuk rasa lilin dari Ahokers dibiarkan unjuk rasa sampai pagi, sebut Azizi.

SEMMI mendesak, Pemerintah harus tuntaskan kasus-kasus hukum raksasa yang membelenggu bangsa ini.

“Dari kasus Sumber Waras, Korupsi Bus Transjakarta, Reklamasi Teluk Jakarta, Simpang Susun Semanggi, BLBI, E-KTP dan sebagainya yang sungguh sangat merugikan negara”, pungkas Azizi.****

Demikian pernyataan sikap Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa