Diskusi Pemira Nyaris Bentrok, Ini Harapan Aktivis Mahasiswa Unila

img-20161009-wa0008Klikaktifis.com – Diketahui Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lampung (DPM Unila) menggelar diskusi lanjutan terkait pemilihan raya (Pemira), Sabtu (8/10).

Pemira yang rencananya digelar Desember 2016 mendatang ini diharapkan sejumlah peserta diskusi yang terdiri dari lembaga eksekutif-legislatif fakultas dan UKM menjadi momentum mengembalikan garis perjuangan Unila ke khitah-nya.

Berdasarkan informasi yang didapat diskusi berlangsung sejak pagi hingga malam pukul 22.30 WIB dan berakhir dengan deadlock bahkan nyaris bentrok. Hal ini dikarenakan Ketua DPM Unila Edius dinilai tidak kooperatif dan otoriter selama memimpin jalannya diskusi.

Mengenai kejadian ini salah satu aktivis mahasiswa Unila, Naufal A. Caya, ikut angkat suara meski awalnya berniat bungkam. “Saya khawatir komentar saya dinilai mengandung unsur politik. Itu sebabnya saya hanya mengamati perkembangan dan isu yang berkembang,” ujarnya, Minggu (9/11) petang.

Menurut Naufal, hal yang dibahas dalam diskusi Minggu malam tersebut sebenarnya hal yang sepele.

“Sebenarnya hal yang sepele kalau kedua belah pihak yang berbeda pandangan ini dapat mengendurkan ego masing-masing. Peserta diskusi itu bisa tenang kalau aspirasinya diakomodasi dan menjadi bahan pertimbangan oleh dewan yang terhormat,” ujarnya.

Sayangnya, lanjut Naufal, berdasarkan info yang dirinya dapat ketua DPM tidak kooperatif bahkan cenderung mementingkan egonya sendiri.

Ditanyakan mengenai harapannya, Naufal meminta Majelis Permusyawaratan Mahsiswa (MPM) dapat menggelar sidang guna membahas masalah ini agar tidak berlarut-larut.

“Kita tentunya ingin polemik ini cepat selesai. Janganlah kita mementingkan ego sendiri apalagi saya melihat kok ini terkesan DPM jadi anti-kritik. Kalau sudah begini harapan saya sidang MPM dapat digelar sebelum hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” harapnya.

Naufal juga mengingatkan kepada pihak-pihak yang merasa mencintai Unila namun bukan lagi menjadi kepentingannya agar tidak ikut campur lagi dalam student government Unila.

“Kita tahu lah siapa-siapa saja yang memanfaatkan momen Pemira ini untuk melanggengkan kekuasaan. Saya ingatkan jangan ikut campur kalau bukan haknya. Kasihan Unila kalau banyak tangan-tangan kotor ikut ngurusi Unila,” pungkasnya.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa