Dianggap Berani & Tindak Tanpa Pandang Bulu, Tito Di Beri ‘Award’ Aktifis 98

Klikaktifis.com – Rumah Gerakan 98 memberi penghargaan pada sejumlah tokoh yang dinilai telah mengkampanyekan dan merawat nilai-nilai kebangsaan.

Ketua panitia Anugerah Merawat Kebangsaan Jefri siahaan menjelaskan Rumah Gerakan 98 memberi penghargaan pada tokoh yang dinilai mewakili cita-cita pendiri bangsa.

“Itulah sebabnya penerima penghargaan, kita anggap tapat sesuai pendiri bangsa kita,” kata Jefri di Gedung komisi Yudisial, Jakarta, Sabtu (12/8).

Pemberian penghargaan dalam acara ini merupakan bagian dari acara pelantikan dewan pimpinan nasional Rumah Gerakan 98. Acara ini juga diisi dengan deklamasi puisi kebangsaan, pertunjukan budaya tari Saman, dan hiburan dari band Marjinal.

Menurut Jefri, Gerakan Rumah 98 memberi penghargaan Kapolri Jenderal Muhamad Tito Karnavian dinilai berhasil menjaga keamanan dan ketertiban. Sebab, ia telah tegas menindak tanpa pandang bulu. Rumah Gerakan 98 memberi penghargaan Tito sebagai Polisi Berani.

Kedua, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo yang dinilai sukses membongkar kasus besar, seperti, KTP elektronik dan lainnya. Dia mendapat penghargaan tokoh Pemberantas Korupsi.

Ketiga, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang telah membuka mata mafia perikanan, Indonesia masih memiliki orang-orang yang berani melawan pencuri hasil alam. Dia mendapat penghargaan Srikandi Mantim.

Keempat, Menteri Energi dqn Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan karena kiprahnya yang fenomenal sejak menjabat Dirut Kereta Api.

Jonan mengubah pelayanan kereta api yang awalnya berantakan dan tidak manusiawi, menjadi nyaman, aman dan profesional. Pun juga dia dinilai telah mengubah mental birokrasi di kementeriannya menjadl profesional dan transparan. Jonan mendapat penghargaan sebagai Pendobrak Birokrasi.

Kelima, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi karena langkahnya yang dinilai berani dan penuh terobosan. Salah satunya, yakni, membekukan dan mereformasi PSSI, membekukan dana pramuka.

Ia juga dinilai menjadintokoh pendamai pendukung sepak bola. Sehingga, ia mendapat penghargaan sebagai Pemuda Pengawal Kebangsaa.

Keenam, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendapat penghargaan sebagai tokoh Penegak Pancasila. Ketujuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendapat penghargaan sebagai tokoh Pendidik Nilai Pancasila.

Rumah Gerakan 98 menilai Menriatekdikti dan Mendikbud mengeluarkan kebijakan-kebijakan berani untuk jenjang TK hingga perguruan tinggi kembali mengenal dan memaknai Pancasila.

Meski sebagian tokoh penerima award ini belum bisa hadir tapi perwakilan mereka semua bisa hadir namun acara tetap berlangsung meriah.

Beberapa di antaranya tidak tampak hadir sehingga menerima penghargaan lewat perwakilan. Seperti Imam Nahrawi yang diwakilkan oleh mantan Puteri Indonesia Anindya Putri, Ignasius Jonan diwakilkan Profesor Sarosa.

Menteri Susi diwakilkan Aryo Hanggono. Lalu Kapolri diwakili oleh Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi. Sisa penghargaan lainnya akan dikirim langsung.

Sedangkan Kapolri Tito Karnavian saat ini masih ada kunjungan kerja ke Papua dan Papua Barat sejak tanggal 11-13 Agustus 2017. (Nasir)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa