Dan Harga Jengkolpun seharga Daging Sapi Istana

 

IMG-20160625-WA0012Catatan Ahad Pagi:

Oleh: Muslim Arbi

Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Indah nya di isi dengan I’tikaf di Masjid2, terbanyak Baca Quran, Zikir, sedekah dan amal perbuatan lain nya, bagi yang Muslimin.

Tapi ada juga yang sangat sibuk dengan kebutuhan Lebaran, di antara nya membeli daging sapi, sehingga harganya pun melonjak di mana-mana, sesuai mekanisme Pasar.

Di awal Puasa Presiden Jokowi mematok Harga Daging Sapi agar menjadi Rp 80 rb per kilogram, lalu di buka kran Impor Sapi dan terjadi OP di mana-mana, juga ada Koperasi yang berbuat kebajikan dengan menjual Daging Sapi Murah, dan Sembako lain nya biar dapat di jangkau oleh Masyarakat.

Terbetik berita, di Banten Harga Jengkol mencapai Rp 80 rb per Kilogram. Padahal di hari-hari biasa cuma Rp 20 rb per kilogram. Lalu sejumlah Ibu-ibu dengan setengah bercanda, kok  katanya Harga Daging Sapi Rp 80 rb per kilogram malah Harga Jengkol menyamai Harga Daging Sapj yang di bandrol Pak Jokowi sih?

Tapi itulah Fakta, Harga-harga Melambung Tinggi, di saat Puasa dan Jelang Lebaran. Karena ternyata Istana pun tak sanggup menekan Harga Daging Sapi lalu kampanye kan Konsumsi Ikan karena Mahalnya Daging Sapi di Pasar-pasar.

Sapi, Jengkol, Ikan dan Istana disebut, Orang-orang akan Ingat Jokowi, Amran Susi dan Thomas. Apa saja yang sudah di lakukan sehingga Harga-harga Mahal dan Sulit di jangkau di tengah Kebutuhan Hari ini?

Publik cuma bergumam dalam hati, ngapaian aja mereka kok sampai harga-harga semakin mahal sekali, sehingga tak terjangkau terutama Masyarakat Bawah.

Mengenai Daging, lalu muncul pertanyaan beberapa kalangan, ko Harga Daging Sapi mau di Patok Istana untuk apa? Sedangakan BBM saja ikuti Mekanisme Pasar? Dan itupun keteter juga.

Dan  meski Istana sudah berupaya untuk mematok Harga Daging Sapi toh akhirnya menyerah juga pada Mekanisme Pasar, sehingga Jengkol pun seharga Daging Sapi yang di patok Istana.

Wallahu’alam,

Trowulan, 21 Ramadhan 1437 Hijriah

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa