Damai Fitri Tanpa Penggusuran PKL

IMG-20160702-WA0061

Klikaktifis.com – Indonesia sungguh negeri uniks, negeri besar, kaya raya dan strategis namun dipenuhi dengan kepiluhan dan penderitaan rakyatnya sendiri.

Jelang Hari Raya ‘Idul Fitri 2016, dimana rakyat sangat membutuhkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan dari berjualan sebagai PKL ‘malah digusur semena-mena’. Hal tersebut terjadi hampir diseluruh tanah air.

Para pemimpin dinegeri ini betul-betul sudah melewati batas-batas toleransi, dengan seenaknya menyiksa rakyatnya sendiri yang sedang mencari sesuap nasi dan mengail rezeki halal.

Yang lebih tragis lagi, Sungguh Sangat ironis juga terjadi di depan Istana Negara RI, Istana Presiden Jokowi yang pernah akibat pencitraan seputaran PKL dari Walikota Solo hingga ketampuk kepemimpinan nasional.

Apakah Presiden Jokowi pura-pura tidak tahu, lupa atau memang dulu hanya PHP belaka?, yaitu PKL dikawasan Monas Jakarta. Ratusan PKL Monas Jakarta Sabtu Malam 2 Juli 2016 sangat kecewa bahkan sebagian sangat emosional, syukur masih terkendali, tidak boleh jualan dan dijaga ketat aparat laksana teroris.

Yang lebih biadab lagi, LENGGANG JAKARTA – REKSO GROUP milik kongsi kapitalis multinasional asing, pamerkan kebebasannya berniaga ditengah ratusan PKL Monas yang tertindas penguasa dhalim.

Hati ini tersayat, dan insyaAllah Kejaizan Allah SWT selekas-lekasnya menghukum siapa saja yang melakukan hal tersebut, dari Gubernur Ahok, Kepala UPT Monas Rini dan Lainnya amin, kata Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed beberapa saat lalu, Senin (4/7)

Menurut Ali, damai Fitri tanpa penggusuran PKL bagian dari WARNING KERAS APKLI dan PKL diseluruh Indonesia kepada para pengelola atau penguasa di negeri ini.

Sekaligus mengingatkan untuk  kesekian kalinya kepada para pemimpin bahwa PKL itu manusia yang melekat HAK ASASI MANUSIA sehingga harus diperlakukan secara manusiawi, mereka miliki harkat dan martabat kemanusiaan, tegasnya

Ali menambahkan, Tidak boleh diperlakukan seperti binatang seperti yang terjadi saat ini. PKL itu rakyat, bangsa dan warga negara Indonesia yang miliki hak hidup, hak usaha dan ekonomi, hak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak yang dijamin oleh Pancasila, UUD 1945 dan diatur jelas dalam Perpres RI 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, serta tata peraturan lain yang berlaku di NKRI.

Kalau masih memganggap dirinya pemimpin di Indonesia segera kembali ke khittah, laksanakan Pembukaan UUD 1945, tak boleh dan atau jangan mimpin Indonesia dengan konstitusi atau tata peraturan bangsa Asing, tandasnya.

“NO WAY!!! APKLI beserta PKL dan rakyat pasti akan lakukan perlawanan apapun resikonya demi utuhnya Merah Putih, terlindunginya PKL dan ekonomi rakyat, kembalinya kedaulatan ekonomi bangsa, dan utuhnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari penjajahan kekuatan bangsa asing, baik bangsa Singapura, bangsa China, bangsa Amerika maupun bangsa asing lainnya”

Bangsa Asing manapun silahkan datang ke Indonesia sebatas mitra strategis, tak boleh menjajah atau bertindak semaunya sendiri semisal Mega Skandal Freeportgate, Mega Skandal Reklame Teluk Jakarta dan Mega Skandal lainnya. Hentikan atau hengkang. Demikian Ali Mahsun.****

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa