Celoteh Ratna Fakta Nyata, PKL Tetap Jualan Hadapi Idul Fitri 

IMG-20160629-WA0145Klikaktifis.com – “Lewat Pasar Rakyat Tn. Abang Sminggu Sbelum Lebaran Pk 14 SEPI. Ini kondisi  rakyat pa @jokowi – TIDAK PNY DAYA BELI”, celoteh Aktivis dan Tokoh Nasional Ratna Sarumpaet di Akun Twitternya Rabu (29/6)

“Celotehan Ratna Sarumpaet benar adanya dan fakta nyata diseluruh tanah air bahwa daya beli rakyat Indonesia makin menurun. Hal tersebut akibat ekonomi rakyat makin melambat dan anjlok, omzet PKL semakin meluruh. Ekonomi Indonesia bukan saja terancam, melainkan telah mengalami krisis. Jika tak segera ditangani serius dan tepat sasaran dapat segera berakibat lebih parah dibandingkan krisis ekonomi 1997/1998. Kondisi tersebut diperburuk lagi adanya dampak brexit, keluarnya Inggris dari Uni Eropa”, tegas Ketua Umum DPP APKLI, dr. Ali Mahsun, M. Biomed beberapa saat lalu.

Langkah Pemerintah Jokowi-JK lakukan operasi pasar dan pengadaan daging sapi Australia dengan harga murah tidak efektif bahkan sia-sia. Hanya sebagai Paracetamol mengobati panas sesaat.

Karena tidak sesuai dengan masalah yang dihadapi rakyat Indonesia. Rakyat butuh uang, butuh didongkrak daya belinya bukan butuhkan daging sapi Australia harga murah dan operasi pasar.

Oleh karena itu, Pemerintah Jokowi-JK harus segera menghentikan segala bentuk pencanangan pembangunan infrastruktur, dan segera peduli dengan PKL dan ekonomi rakyat. APKLI tak henti-hentinya mewarning Jokowi-JK untuk tidak bermain-main dirana perut rakyat.

Harus segera mendongkrak ekonomi dan daya beli rakyat, ujar Ali lelaki bersahaja asli Mojokerto Jawa Timur ini.

Menurutnya dia, APKLI miliki ‘RESEP MUJARAB’ atasi krisis ekonomi rakyat Indonesia saat ini, yaitu percepatan gerilya dan penataan PKL Kawasan Ekonomi Strategis diseluruh Indonesia.

Namun hal tersebut mensyaratkan Negara RI, dalam hal ini Pemerintah Jokowi-JK hadir dengan sebuah kebijakan.  Untuk itu, APKLI akan segera layangkan Surat Resmi Kepada Presiden Jokowi untuk segera membentuk Badan Penataan PKL Kawasan Ekonomi Strategis.

Jika tetap saja Jokowi-JK  enggan dan terus mengabaikannya, serta untuk mencegah terjadinya revolusi sosial akibat rakyat mengalami kelaparan massal dan massif, maka dengan sangat terpaksa PKL bersama rakyat dan elemen kekuatan bangsa Indonesia lainnya lakukan turun ke jalan untuk hal tersebut.

“Ini warning terkeras untuk pemerintah Jokowi-JK”, tambah Ali yang juga Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia Berdaulat.

Ali menambahkan, celotehan Ratna Sarumpaet Tentang Rakyat Tidak Punya Daya Beli Adalah Fakta Nyata. Namun demikian, apapun adanya, PKL wajib tetap berjualan hadapi Idul fitri 2016.

PKL Wajib Berikan pelayanan ke masayarakat sebaik-baiknya walau daya beli mereka makin terpuruk. PKL tidak boleh aji mumpung. Harga harus adaptasikan diri dengan kondisi masyarakat, pungkas Ali dokter ahli kekebalan tubuh jebolan FK Unibraw Malang dan FK UI Jakarta ini.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa