Buntut Pembubaran Paksa Aksi KAMMI, Hima Persis Desak Jokowi Copot Kapolri & Kapolda Metro

IMG-20170525-WA0001Klikaktifis.com – Tindakan polisi yang represif terhadap para aktivis KAMMI bukti aparat kepolisian telah mencederai keadilan.

Mahasiswa yang kritis dihantam sedemikian rupa, namun pada mereka yang sama-sama melakukan aksi melebihi batas waktunya dibiarkan begitu bebas dan leluasa, adalah bukti bahwa polisi saat ini cenderung menjadi alat kekuasaan, bukan alat negara.

“Kami mengutuk keras tindakan represif dan ketidakadilan yang begitu terang benderang perlakuan polisi terhadap aktivis KAMMI. Walau bagaimana pun, tindakan represif tersebut tidak bisa dibenarkan”, ujar Nizar Ahmad Saputra Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) dalam perbincangan dengan redaksi, Rabu malam di Jakarta (24/05).

Menurut Nizar Polisi lupa, peran dan fungsi polisi hari ini adalah hasil dari perjuangan mahasiswa. Karenanya, stop tindakan kejam dan tak manusiawi polisi terhadap suara-suara kritis yang dilontarkan kepada pemerintah.

Polisi bukan alat pemerintah, bukan alat kekuasaan, polisi adalah alat negara yang harus adil dan mengayomi.

“Kami menuntut Persiden Jokowi untuk evaluasi bahkan mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya yang sudah terang benderang tidak lagi adil, otoriter dan diktator”, pungkas Nizar.

Seperti di ketahui, mahasiswa dari KAMMI mengelar aksi di Istana negara pada Rabu siang tadi, mereka menggelar aksi hingga melewati pukul 18.00 WIB. Polisi kemudian membubarkan paksa masa dan menangkap beberapa mahasiswa termasuk Ketua Umum KAMMI Kartika Nur Rahman.

Dalam aksi ini KAMMI menuntut usut tuntas kasus korupsi BLBI, E-KTP Gate dan mendesak Presiden Jokowi mencopot Jaksa Agung yang dianggap partisan dalam kasus Ahok.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa