Beni Pramula ; Presiden Argentina Sumbangkan Seluruh Gajinya untuk Orang Miskin, Jokowi Keluarkan Kebijakan Menyengsarakan Rakyat Miskin

IMG-20160121-WA0045Klikaktifis.com– Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Beni Pramula menyebut kebohongan besar atas klaim sederhana, merakyat dan pro wong cilik dari Jokowi selama ini, padahal faktanya adalah sekedar pencitraan dan tipu-tipu rakyat saja.

 

Menurut Beni hingga saat ini apa yang disimbolkan Jokowi pada dirinya jauh pangang dari api, justru sebaliknya kebijakan-kebijakan Jokowi menyengsarakan rakyat miskin dan menguntungkan oknum, kelompok, dan kapitalis asing.

 

Menurut Beni, Presiden Jokowi Jangankan berani menyumbangkan seluruh gajinya untuk orang miskin seperti yang dilakukan Presiden Argentina, malah sebaliknya Jokowi mau memungut dana dari rakyat miskin. Demikian di smpaikan Beni Pramula dalam pesan elektronik yang di terima redaksi Kamis (22/01/2016).

 

“ Kita dengar baru-baru ini demi orang-orang miskin, Presiden Argentina Mauricio Macri menyumbangkan seluruh gajinya untuk orang-orang miskin melalui dapur umum di Buenos Aires yang dikelola badan amal swasta.

 

Presiden Macri yang gajinya sekitar Rp104 juta per bulan itu berani disumbangkan demi kepeduliaanya terhadap rakyat  miskin. Dia tidak pernah menyebut dirinya merakyat atau pro wong cilik tapi dia buktikan bahwa dia merakyat, beda dengan rezim Jokowi saat ini yang mengembor-gemborkan dirinya sederhana dan merakyat tapi faktanya hanya BOHONG BESAR.

 

Apatalagi mau menyumbangkan seluruh gajinya untuk orang-orang miskin, Justru kebijakan-kebijakannya menyengsarakan rakyat”. Tegas Beni Pramula yang juga Presidium Aliansi Tarik Mandat (ATM).

 

Bagi Beni sudah banyak bukti bahwa Jokowi telah menyengsarakan rakyat miskin dan wong cilik. Kebijakan-kebijakan rezim Jokowi tidak hanya menyusahkan rakyat kecil tapi juga telah menyengsarakannya.

 

“ Kita lihat saja belum genap sebulan menjadi presiden, Jokowi telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Padahal, premium menjadi konsumsi rakyat kelas menengah-bawah. Kita tahu saat itu penaikan harga BBM itu justru dilakukan saat harga minyak mentah dunia terus terjun ke bawah, dan BBM diserahkan ke pasar.

 

Kita lihat lagi, Jokowi melakukan Penghapusan beras untuk rakyat miskin (Raskin), menaikkan harga LPG 3 kg, menaikkan tarif kereta api kelas sampai 400%, menaikan tarif dasar listrik (TDL) 1300 Watt, dan lain-lainnya. Sementara di sisi lain Jokowi mendatangkan jutaan pekerja asing di tengah pengangguran merajalela, kemiskinan meningkat tajam, dan kehidupan ekonomi rakyat bawah kian melesu.

 

Pertanyaannya di manakah pro wong cilik itu?. Rakyat bosan dibohongi terus, dan terus ditipu-tipu”. Ungkap Beni

 

Beni Pramula juga menilai klaim kesederhanaan Jokowi hanyalah BOHONG BESAR, menurut Beni mestinya Jokowi harus malu dengan simbol-simbol kesederhanaan yang digembor-gemborkannya sementara gaya hidup Jokowi mengalahkan presiden-presiden sebelumnya.

 

“Kita lihat di mana letak kesederhanaan rezim ini, kita dipertontonkan dengan seringnya makan malam ramai-ramai di Istana dengan segala hiburan dan leluconnya, jika presiden sebelumnya pakai Heli dalam negeri, Jokowi justru mau pakai heli luar negeri yang katanya super canggih dan sangat mahal padahal sudah 32 kepala negara dan kerajaan di dunia sudah menggunakan EC-225, kita lihat baru-baru ini betapa mewah dan elitnya nikahnya anak Jokowi, semuanya tipu-tipu rakyat.

 

Berbeda jauh dengan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang memilih tinggal di rumahnya ketimbang bermewah-mewah di Istana, bahkan karpet-karpet mewah Istana disumbangkan ke masjid, dia tidak mau mengambil gajinya sebagai presiden dengan alasan semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

 

Ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi untuk menghemat pajak masyarakat tanpa menyebut dirinya sederhana, berbeda dengan rezim tipu-tipu ini, pencitraan terus, bohong terus terhadap rakyat. Rezim tipu-tipu dan bohong seperti ini tidak harus dipertahankan lagi”. Tegas Beni Pramula

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa