Baru Terduga Terorist, Suyono Syahid Dibunuh Densus 88

2016-03-13-09-11-36--1509830524

Klikaktifis.com – Mustofa B. Nahrawardaya, pengamat terorisme menganggap pemerintah perlu mengaudit total kinerja satuan khusus anti-terorisme atau yang lebih dikenal dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror. Dia mengatakan kinerja Densus 88 belakangan menjadi sorotan akibat arogansi yang ditunjukkan.

“Saya tentu tidak percaya jika pengawalan dari Densus yang memiliki standar baku memborgol tangan dan kaki bisa membuat Siyono melawan,” kata Mustofa dalam siaran pers yang diterima redaksi Ahad, 13 Maret 2016. “Boro-boro berkelahi. Terduga menggerakkan tangan saja, kemungkinan sudah ditembak mati karena dianggap melawan.”

Siyono, 39 tahun, seorang terduga teroris tewas dalam pemeriksaan pada Jumat lalu. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan Siyono tewas akibat kelelahan setelah berkelahi dengan Densus 88 di dalam mobil.

Mustofa mengatakan kematian Siyono menyisakan sejumlah pertanyaan. Maka, kata dia, pemerintah perlu mengusut tuntas kejadian ini. “Jika perlu, audit total terhadap satuan khusus anti terorisme ini,” kata dia. “Kenapa harus diaudit, karena kenaikan anggaran Rp. 1,9 Triliun untuk Densus 88, diakui Luhut Panjaitan adalah untuk kenaikan gaji 400 Anggota Densus, Peremajaan alat, penguatan intelijen, dan sebagainya.” (tempo/mars)

3 Comments - Write a Comment

  1. memangq aneeh bin ajaibb…baru terduga,belum tersangka,apalagi tertuduh,tapi langsung dimatiken,biasanya kalo ada 4 orang,pasti satu yg disisakan hidup,mungkin agen intel nya kali

  2. Salut sama Muhammadiyah yg peduli , tdk seperti Komnas Ham yg cuma punya kepentingan dunia Barat. . . Kalau Muhammadiyah Masyarakat tdk sangsi lagi dg Kinerjanya yg transparan utk kemaslahatan umat.

  3. Mana tu komnas ham tu. Seorg yg blm terduga teroris sdh babak belur dan sekarang sdh meninggal. Belum saja diadili apakah dia berslah atau tidak. Komnas ham kmana diem aja apa kerja kalian tu. Gliran muslim yg dibntai kalian diam ja.

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa