Banyak Yang Lebih Hebat Dari Arcandra

images-7Klikaktifis.com – Keputusan  Presiden memulihkan status kewarganegaraan Arcandra Tahar patut  kita  apresiasi bersama. Namun, hendaknya pemerintah memberikan penjelasan yang rinci dan transparan kebijakan yang  telah diambil  pemerintah  pada 1 September 2016 dengan keluarnya  surat resmi pemerintah untuk pemulihan kewarganegaraan.

“Seperti kita  tahu, saat usai pelantikan Archandra sebagai Menteri ESDM  pada reshufel jilid 2, maka 22 hari kemudian keluar surat pemberhentian hormat Archandra setelah masyarakat heboh.” Jelas  Hans Suta Widhya dari Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik  (KUTIP), Jumat  (23/9) di Jakarta.

Dirinya mengaku tidak keberatan bila nanti Presiden memberikan  kembali jabatannya sebagai Menteri ESDM yang sempat diemban  Archandra asalkan Presiden Jokowi  menyampaikan alasan kuat atas pilihannya.

“Menurut saya,  Presiden Jokowi mendapatkan desakan kuat untuk menempatkan  Archandra kembali pada  posisi di  Kementerian ESDM. Ini yang patut  kita perhatikan  bersama , kemana  arah kebijakan Energi dan  Sumber Daya Mineral nantinya.” Jelas  Hans  lebih  lanjut.

Walau sebelumnya  Hans mensinyalir  Jokowi sudah kecolongan dengan jebakan pertama yang menimbulkan kegaduhan dan turunnya indeks kepercayaan publik terhadap pemerintah namun kali  ini ia  mengingatkan kembali  agar langkah yang  diambil  Presiden Jokowi  mesti dapat mengantisipasi gejolak di masyarakat.

“Saat Jokowi merespon cepat  mencopot menteri yang berkewarganegaraan ganda, kepercayaan publik pulih kembali, tapi kali ini masyarakat pun kembali dibuat keheranan dengan  langkah ngotot pemerintah untuk menentukan  siapa yang menjabat  di Kementerian ESDM.

Menurut  Hans, banyak orang-orang yang lebih hebat dari Arcandra kok. Banyak yang lebih paham ESDM, dan lebih paham finansial. Makanya ia  curiga, gerakan mewacanakan Arcandra masuk ke kabinet lagi dapat merusak reputasi Jokowi.

Menurut Hans, Jokowi dipersilakan untuk memilih sendiri Menteri ESDM yang jauh lebih kompeten dari Arcandra Tahar, dan tentu saja yang jauh lebih nasionalis, lebih cinta Indonesia , dan kelak di kemudian hari tidak menjadi beban politik bagi bangsa.”Bukankah banyak  Tokoh sekaliber  Archandra Tahan?” Tanya  Hans.

Hans juga heran dengan maraknya wacana pembelaan terhadap Arcandra dan juga prospek akan dipilih kembali sebagai menteri ESDM dengan segala segala manuver yang ditampilkan.

Akan  menimbulkan pertanyaan, apakah melanggar Undang-Undang  itu merupakan hal yang besar atau tidak. Menurutnya, ini bukan persoalan Arcandra jenius atau tidak, berjasa besar atau tidak, dan lain sebagainya.

“Apakah dalam pengangkatannya melanggar UU atau tidak? Tentu publik yang menilai,” katanya.

Hans mencurigai adanya kekuatan politik kepentingan yang  dahsyat di balik kebijakan  mengangkat kembali Archandra.

Hans mengingatkan agar Jokowi berhati-hati  agar tidak terperosok ke dalam lubang yang sama.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa