Bang Rasyid ; Konflik Sara Akan Hilang Jika Keadilan Di Tegakan  

 

‪+62 811-8825-488‬ 20160718_134532

Klikaktifis.com– Sejumlah vihara dan klenteng di Kota Tanjungbalai dirusak dan dibakar massa, Jumat (29/7) malam. Berita ini sangat mengejutkan dan menyentak kita semua, ternyata konflik SARA terjadi dan meledak.

Selama ini seperti api dalam sekam. Kita tentu sangat menyesalkan terjadinya hal ini, tapi kita juga tidak boleh menutup mata akan kondisi dan keadaan rakyat selama ini.

Konflik seperti ini terjadi sering bukan karena kebencian tapi karena ketidakadilan. Sudah terlalu lama kaoem Boemi Poetera diperlakukan tidak pantas di negara Indonesia yang direbut dengan cucuran keringat, air mata, bahkan darah para Syuhada pendiri bangsa ini.‎ Demikian kata Abdullah Rasyid, Direktur Sabang Merauke Institute dalam keteranganya beberapa saat lalu, Minggu (31/7)

Dia menambahkan, kita melihat penguasaan ekonomi oleh etnis tertentu ditambah dukungan (backing) oleh pejabat kita yang bermental korup, sering mengakibatkan kesombongan yang berlebihan dan mulai diperlihatkan di depan publik.

“Sebenarnya ini menjadi tugas negara untuk mensejahterakan rakyat, mempersempit kesenjangan ekonomi dan menjamin semua warga negara agar mendapat penghasilan melalui pekerjaan yang layak”,tegasnya.

Menurut Rasyid, kita semua tau bahwa konflik SARA adalah masalah serius yang bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, segenap komponen bangsa harus bahu membahu dan bergotong royong bergerak cepat mematikan sumber-sumber konflik-konflik SARA yang ada, tandasnya

Selain itu, Jadi jika kita ingin menghilangkan konflik SARA ini, syarat utamanya harus ditegakkan keadilan, baik keadilan ekonomi juga keadilan politik.

Negara harus memberi ruang Boemi Poetera untuk berusaha, bukan justru menggusur dan menghilangkan mata pencarian mereka. Jika tercipta keadilan pada kehidupan rakyat, maka rasa saling menghormati yang selama ini ada pada bangsa ini semakin mudah dirajut kembali, ujar Rasyid Seknas Boemi Poetera ini.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang saling menghormati dalam perbedaan. Apapun latar belakang suku maupun agamanya, kita adalah satu Bangsa Indonesia”,pungkasnya.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa