Bang Japar : Jokowi Harus Ambil Tindakan Tegas Untuk Myanmar

IMG-20170909-WA0008Klikaktifis.com – Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mendesak pemerintah Myanmar mengakhiri perlakuan kekerasan terhadap etnis muslim Rohingnya di Rakhine State.

“Kami mengimbau kepada persatuan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk melakukan tindakan tegas kepada pemerintah Myanmar”, kata Musa Marasabessy komandan wilayah (danwil) Jaktim saat berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar, Menteng, Jakarta Jumat (8/9).

Menurutnya, Dewan Keamanan PBB perlu mengeluarkan resolusi atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan tentara dan pemerintahan myanmar terhadap etnis muslim Rohingnya.

Musa menegaskan, pemerintahan Jokowi harus tegas sebagai pemimpin negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus ambil peran untuk membantu dengan menekan pemerintahan Myanmar dengan menyatakan stop pembantian muslim Rohingnya.

IMG-20170909-WA0009

Kalau Jokowi sadar bahwa dia adalah ‘Soekarnois’  maka dia harus turun ke jalan bersama jutaan umat muslim Indonesia dengan menyatakan kepada dunia bahwa apa yang dilakukan tentara Myanmar adalah kejahatan kemanusian

“Segera usir dubes Myanmar dari Indonesia dan tarik dubes RI dari Myanmar”, pungkas Musa.

Sementara itu dikesempatan yang sama, KH Ahmad Shabri Lubis Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) mengatakan Myanyar berani membasmi Muslim Rohingya karena Pemerintah Indonesia tidak berwibawa.

Pembantaian terhadap Muslim Rohingya telah terjadi sejak tahun 1980an, ketika Indonesia masih dipimpin Soeharto.

Saat itu, mereka tidak terlalu berani karena takut pada wibawa Indonesia di bawah pimpinan Pak Harto.

“Seburuk-buruknya atau sebaik-baiknya Pak Harto, beliau masih menganggap dirinya sebagai pemimpin Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Jadi ketika umat Islam Indonesia marah, Pak Harto juga marah,” tegas Kiai Lubis.

Kiai Lubis menceritakan ketika terjadi konflik di Bosnia, Pak Harto langsung berangkat ke sana untuk membangun masjid. Tujuannya agar pemerintah Serbia tahu bahwa Indonesia sudah ikut campur terhadap konflik di Bosnia.

Dan terbukti, sejak saat itu Serbia tidak berani lagi membantai warga muslim Bosnia. Karena kewibawaan pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Soeharto. Saat itu, Indonesia adalah Macan Asia yang disegani oleh banyak negara.

“Kini, Myanmar dengan sangat terang-terangan berani membantai muslim Rohingya, antara lain karena Indonesia sudah berubah jadi ompong. Kita tidak lagi punya wibaya di mata luar negeri”, pungkas Kiai lubis seperti di lansir FB Jonru Ginting yang juga hadir dalam aksi ini.****

 

 

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa