Bang Cosmas Batubara Nakhoda Baru Podomoro

images-104Catatan Setelah Sahur:

Oleh: Muslim Arbi

Setelah Presdir Podomoro, Ariesman Wijaya tersangkut Kasus Suap Reklamasi dan di Tahan di KPK, Podomoro pun memasang Cosmas Batubara sebagai nakhoda baru. Begitu duduk sebagai penerus estafet Ariesman Wijaya pun langsung tancap Gigi empat.

Bang Cosmas sebagai salah satu pentolan Angkatan 66 langsung tembak Keputusan yang di ambil oleh Menko Maratim, Rizal Ramli melalui Rapat Gabungan dan Para Mentri yang memutuskan Menyetop Selamanya Reklamasi Pulau G itu.

Keputusan yg di ambil Rizal Ramli dan kawan2 ini langsung mendapat perlawanan dari Basuki Cahaya Purnama, Ahok sebagai Gubernur DKI yang keluarkan izin Reklamasi itu tidak mau terima. Perseteruan pun terjadi. Ahok Melawan Rizal Ramli DKK. Rupanya, Ahok berhitung dengan siapa dia hadapi.

Podomoro pun langsung memplot Cosmas Batubara yang Mantan Pejabat Orba itu langsung bersuara lantang, bela Podomoro dan apa yang sudah di lakukan dengan Sejumlah Alasannya.

Tapi Publik membaca lain. Tampilnya Bang Cosmas ini supaya bisa menggantikan Ahok yang di juluki Gubernur Podomoro, karena selalu Bela Kepentingan Podomoro itu, keteter hadapi Rizal Ramli yang terkenal Kritis saat Orba dan pernah mendekam di Penjara saat sebagai Ketua Dema ITB.

Sehingga terlihat sekarang adalah Cosmas Batubara vs Rizal Ramli dkk. Tentunya Podomoro berharap dapat memenangkan pertarungan soal Reklamasi ini.

Padahal jika Bang Cosmas mau bijak, mestinya suara kritis Aktifis, Publik dan Nelayan dan juga Para Pakar di pertimbangkan. Jangan sampai Bang Cosmas cacat di Mata Aktifis, Nelayan dan Publik karena lebih mengutamakan bela Pemilik Kapital Besar.

Dibanding harus menghargai Putusan PTUN soal Reklamasi, Keputusan Rizal Ramli DKK, yang menghentikan Proyek Reklamasi Pulau G untuk selamanya dengan pertimbangan dan alasan yang bukan meng ada2.

Mestinya Podomoro harus dipaksa taat Hukum, Aturan dan Dengarkan Suara Banyak Orang. Jangan bela karena potensi Bisnis Triliunan yang menggiurkan.

Depok, 4 Juli 2016

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa