Bagaimana Jokowi Hancurkan BUMN & Jadikan Bancakan Oligarkhi

images (12)
Ist/net

Oleh :

Salamuddin Daeng

(AEPI)

Semua orang tau mega project infrastruktur adalah bancakan yang besar. Tak tehitung nilai bancakan untuk setiap project yang dibuat dengan sangat terburu buru, tidak terencana dan kurang menghitung resiko baik dari sisi keuangan, hingga resiko sosial politik.

BUMN infrastruktur adalah sumber bancakan yang basah. Perusahaan diberikan dana penyertaan modal yang besar, dipaksa mencari utang yang besar, untuk memenuhi ambisi penguasa.

Adhi Karya adalah sebuah perusahaan BUMN yang sekarang tengah mengalami resiko keuangan yang tidal kecil.

Perusahaan PT Adhi Karya dipaksa masuk ke dalam perangkap utang yang besar.

Reuters melaporkan keuntungan perusahaan year on year jatuh hingga -32.40% tahun 2017. Padahal penerimaan perusahaan meningkat dari Rp. 9.39tn menjadi Rp. 11.06tn.

Bagaimana mungkin mega proyek diciptakan oleh pemerintahan ini hanya untuk membangkrutkan perusahaan negara. Sementara perusahaaan perusahaan swasta mengeruk keuntungan yang besar dari berbagai mega proyek yang lain.

Akibat perangkap utang yang dibuat pemerintah perusahaan ini tersandera utang yang sangat besar. Utang Adhi Karya (Persero) Tbk PT telah mencapai 43.68% dibandingkan aset (debt to aset ratio) meningkat dari 37.90% tahun sebelumnya.

Sementara cadangan (cash reserves) Adhi Karya (Persero) kurang dari Rp. 1 triliun atau hanya 10 % dari utang perusahaan. Perusahaan ini benar benar ditempatkan ditepi jurang yang sangat besar demi ambisi penguasa.

Akhir dari cerita ini adalah perusaahan BUMN akan disita oleh asing, aset asetnya jatuh ke asing dan taipan. pemerintahan Jokowi dan dirut BUMN akan menjadi sasaran debt collector. Rakyat Indonesia akan menjadi tumbal mahalnya tarif infrastrukrur.

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa