Bacawako Baubau Nasir Prihatin Dengan Pernyataan Kepsek SMA Bataraguru Soal Siswa

Klikaktifis.com – Bakal Calon Walikota (Bacawako) Baubau 2018 – 2023, Nasir, SH mengaku terkejut membaca berita Surat kabar salah satu harian di Baubau berjudul ‘SMA Bataraguru Tidak Terapkan Disiplin Siswa’

Dalam berita tersebut, ada sebuah kutipan dari Kepala SMA Bataraguru Baubau, Drs Endit Ma, yang menyebutkan, “Selain itu, siswa yang bersekolah di SMA Bataraguru merupakan sampah masyarakat yang tidak memiliki keseriusan untuk menimba ilmu dan menambah pengetahuan.

“Sebenarnya orang yang sekolah disini adalah sampah masyarakat yang tidak punya kemauan untuk sekolah,” tegasnya”.

IMG-20170829-WA0016

Karenanya, Nasir, SH Sebagai Alumni akan meminta klarifikasi dari Kepala Sekolah SMA Bataraguru tersebut.

“Sebagai alumni saya begitu bangga dengan SMA Bataraguru, dalam Curiculum Vitae saya, selalu saya cantumkan riwayat pendidikan saya baik dalam event nasional, regional dan local, memberikan materi dalam setiap pelatihan, diskusi, seminar dan untuk urusan apa saja selalu saya cantumkan asal SMA saya ketika diminta mengisi curriculum vitae, namun pernyataan kepsek SMA Bbataraguru tersebut sangat tidak elok”, sebut Nasir yang juga seorang Advokat di ibu kota ini dalam perbincangan dengan redaksi di Baubau, Selasa (29/08)

Lanjut Nasir, waktu saya Studi Intelijen Starejik Di Pascasarja Universitas Indonesia Daftar Riwayat Pendidikan SMA saya ya SMA Bataraguru, begitu juga ketika saya ikut pendidikan LEMHANAS RI 2013, data SMA yang tulis saya adalah SMA Bataraguru juga

Dan saya yakin, teman-teman alumni diluar sana pasti kecewa juga dengan pernyataan beliau apapun alasannya.

“Tidak elok seorang Kepsek berucap seperti itu ke publik soal siswa-siswa tidak disiplin itu tugas Kepsek untuk mengatasinya bukan berucap ke publik seperti itu”, tutur Nasir.

Dalam waktu dekat kata Nasir, saya akan mencoba menghubungi beberapa teman-teman alumni. Kita sangat prihatin dengan keadaan  yang terjadi di almamater kita. Siswa harus di dekati, harus di gali potensinya, apa keinginannya, apa hobinya yang positif kemudian di fasilitasi.

“Kita akan mencoba membantu kepala sekolah apa yang harus di lakukan untuk mengatasi hal ini, tidak boleh di biarkan situasi seperti ini. Harus ada solusi pendekatan kepada orang tua dan siswa sendiri, semua harus di ajak bicara dari hati ke hati. Dinas Pedidikan kota juga harus mau membantu”, pungkas Nasir.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa