Archandra Tahar Tak Layak Di Angkat Jadi Menteri Lagi

Foto : Archandara Tahar/tribunnews.com
Foto : Archandara Tahar/tribunnews.com

Klikaktifis.com – Ada wacana Presiden Joko Widodo akan mengangkat kembali Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM. Sebelumnya Archandra Tahar pernah menjabat sebagai Menteri ESDM selama 20 hari sebelum akhirnya diberhentikan karena memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Akhir-akhir ini opini pengangkatan kembali Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM semakin menguat. Apalagi dari sisi legalitas Menkumham juga sudah mengukuhkan kembali status Archandra Tahar sebagai WNI. Fenomena ini seakan sengaja diciptakan oleh kekuatan besar.

Kepada redaksi Sya’roni Sekretaris Jenderal HUMANIKA
(Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan) memgatakan, Presiden Jokowi hendaknya tidak mengangkat Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM lagi.

“Pertimbangan seseorang layak diangkat menjadi menteri tidak hanya kecerdasaannya semata, terpenting adalah integritasnya”, ujarnya Rabu (14/9)

Menurutnya, Archandra terbukti pernah menyembunyikan identitasnya sebagai warga negara Amerika. Artinya selama 20 hari, Archandra telah membohongi seluruh rakyat Indonesia. Bahkan, ketika rahasianya mulai terbongkar, Archandra tidak serta-merta meminta maaf, cetusnya.

“Ketika itu, Archandra terus berupaya menyembunyikan identitasnya. Bahkan ketika didesak media pun, jawabannya sangat sumir dan terkesan mengelak”, tegasnya.

Dia menambahkan, meskipun menurut orang-orang ring satu Presiden bahwa Archandra adalah seorang yang sangat cerdas, namun keunggulan tersebut gugur dengan sendirinya karena kebohongan yang pernah diperbuatnya. Integritas lebih penting daripada kecerdasan.

Lihat saja rekam jejaknya selama 20 hari menjadi menteri, kebijakan kontroversialnya adalah menaikkan nilai eksport konsentrat Freeport dari 1,03 juta ton menjadi 1,40 juta ton, ungkapnya.

Kata pria asal Palembang ini, berawal dari cacat integritas, maka kebijakannya pun sudah tidak mungkin lagi diharapkan akan memihak kepada rakyat Indonesia.

“Untuk menghindari kegaduhan yang terjadi, lebih baik Presiden Jokowi memilih figur lain untuk menempati pos sebagai Menteri ESDM, pungkasnya. ****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa