Aktifis Lingkungan Bekasi Ingin Daerah Aliran Sungai Dikembalikan Fungsinya

IMG-20170831-WA0011Klikaktifis.com – Setelah Ramangsa Inspirasi Indonesia (Ramangsa Institute) dan Penggiat Lingkungan beraudiensi dengan Wakil Walikota Bekasi, Senin (28/08/2017) terkait program Gerakan Peduli Bersih Kali Bekasi (Gerlih Kasi).

Penggiat lingkungan menyusuri Kali Kota Bekasi, Jawa Barat. Menggelar agenda susur kali Bekasi untuk meninjau titik-titik lokasi area pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) pada hari Rabu (30/8/2017) pagi.

Peserta di ikuti Dosen Perguruan Tinggi Swasta dan beberapa organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Bekasi antara lain Resimen Mahasiswa (Menwa) Ubhara Jaya, Satgas Relawan Kota Bekasi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ubhara Jaya, Relawan PB Bekasi, Ramangsa Inspirasi Indonesia dan Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam Bekasi.

Kegiatan di mulai dari Pintu Air Prisdo yang diikuti 2 tim perahu, masing-masing perahu menyisir area kali. Tim satu menyisir sebelah kiri dan tim dua menyisir sebelah kanan kali dengan mendata lokasi yang di jadikan oleh masyarakat sekitar sebagai Tempat Pembuangan Umum (TPU), mengedukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke kali.

M. Fauzi selaku Departemen P3A HMI Komisariat Ubhara Jaya mengungkapkan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar terutama masyarakat pinggir kali Bekasi yang lebih memilih membuang sampah langsung ke kali sehingga membuat kali menjadi kotor dengan sampah rumah tangga dan banyak tumpungkan sampah yang menggunung.

“Selain pemerintah masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab bersama untuk (3M) membersihkan, menjaga dan mengembalikan fungsi peran Kali Bekasi sebagai sumber utama kehidupan,” ungkap M. Fauzi, disaat sela-sela istirahat, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Dilokasi yang sama, Ketua Gerakan Peduli Bersih Kali Bekasi (GERLIH KASI) Muhamad Kosasih mengatakan pemerintah sudah harus bertindak tegas terkait masalah ini, karena situasinya jika di biarkan saja akan menyebar luas. Kali bekasi bisa jadi aliran limbah baik dari pabrik ataupun dari sampah rumah tangga seperti yang kita temukan di wilayah Bekasi Utara maupun Bekasi Timur.

“Terlebih lagi warga yang kami temui tidak merasa bersalah waktu kita tanya kenapa buang sampah di kali. Padahal dampaknya bisa sangat besar, terlebih lagi bila memasuki musim penghujan karena sampah bisa menghambat jalannya air kali,” tegasnya.

Dijelaskan Direktur Eksekutif LEPPAMI Bekasi Firdaus, seluruh lapisan masyarakat harus di edukasi dari mulai anak kecil hingga orang tua mengontrol jika ada warga yang membuang sampah atau limbah ke bantaran kali segera melarangnya.

“Padahal sudah ada Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2011 Tentang ketentuan umum, ketertiban, Kebersihan dan keindahan,” ujarnya.

Kegiatan ini berakhir sore hari, hingga jembatan besi gabus perbatasan antara Kota-Kabupaten Bekasi.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa