Ahok Psikopat, Berbahaya Tak Boleh Pimpin DKI

dr-ali-20161001_023928Klikaktifis.com – Sikap dan perilaku Ahok kasat mata bukanlah seorang pemimpin melainkan seorang penindas dan penjajah PKL dan wong cilik di DKI Jakarta.

Pedagang Kaki Lima (PKL) digusur dan diusir semena-mena bahkan seringkali dianiaya secara fisik tidak beradab.

Mat Alim, 56 tahun PKL Monas jadi saksi sejarah korban kebiadaban Ahok pada Tragedi Malam Tahun Baru 2014 harus dirawat dan dioperasi di RSCM.

Demikian pula, puluhan ribu perumahan wong cilik dibuldoser dengan sangat kejam.

“Untuk kesekian kalinya APKLI menyampaikan Ahok itu sangat berbahaya, tak boleh jadi Gubernur DKI Jakarta lagi”, tegas dr. Ali Mahsun, M. Biomed Ketua Umum DPP APKLI dalam 1 Tahun Maklumat PKL Melawan Penjajahan PKL dan Ekonomi Rakyat di Jakarta, Jumat (30/92016).

Menurutnya, PKL monas Jakarta dituduh membuat sirup dari air comberan. Sungguh tak beradab dan sangat kotor makian mulut AHOK kepada PKL.

Demikian pula kepada wong cilik diseluruh DKI. Emosi Ahok meledak-ledak, pemarah besar, anggap dirinya paling benar, merasa tak pernah bersalah, melawan siapapun bahkan tak peduli ada peraturan perundangan yang ditabraknya.

Ahok tak peduli terhadap PKL dan wong cilik bahkan menindasnya, tak pernah peduli pihak lain rugi atas perilaku dan tindakannya.

Bahkan Kasus Reklame Teluk Jakarta dengan kasat mata AHOK telah merobek dan mencabik-cabik merah putih dan kedaulatan bangsa Idnonesia.

“Ahok tak jarang bertindak melampaui Pancasila dan UUD 1945. Indonesia akan hancur jika Ahok masih tetap jadi pemimpin. Bahkan Ahok sudah tak pantas lagi menjadi Warga Negara RI”, ujar Dokter Ali Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995 – 1998 ini.

Kata Ali, Dari rangkaian bukti dan fakta perilaku dan tindakan AHOK selama memimpin DKI Jakarta, khususnya terhadap PKL dan wong cilik ada yang ‘salah’ pada dirimya.

Kami meyakini AHOK mengalami gangguan psikopat. Oleh karena itu, Ahok sangat berbahaya jika memimpin DKI Jakarta lagi.

PKL dan wong cilik akan dibumihanguskan Ahok, lebih dari itu merah putih dan kedaulatan bangsa makin robek serta antarkan republik segera bubar tinggal nama dalam sejarah peradaban manusia, ungkapnya.

APKLI beserta PKL se-DKI Jakarta bertekad bulat, bersatu dan solid hadang Ahok pada Pilkada DKI 2017. Lima ratus ribu (500.000) PKL beserta sanak familinya haramkan diri pilih Ahok. Demikian Ali Mahsun. ****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa