Ahok Mau Jebak Jokowi Untuk Bela Keputusannya  

 

 

IMG-20160712-WA0019Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi memandang, Surat yang di kirim oleh Gubernur DKI, Basuki Cahaya Purnama, (Ahok) ke Presiden Jokowi soal Penghentian Reklamasi Pulau G adalah sebuah Jebakan.

Hal itu di dasari pada beberapa pemikiran sebagai beirikut.

1. Keputusan penghentian Reklamasi Pulau G oleh Menko Maratim dan Mentri Gabungan adalah sebuah langkah yang di lakukan bersama dalam Birokrasi Pemerintah Pusat yang di pimpin oleh Menko Maratim dan Sumber Daya. Itu adalah Keputusan yang tepat, karena sdh menempuh berbagai pertimbangan.

2. Izin Reklamasi Pulau G yang di keluarkan oleh Gubernur DKI, Basuki Cahaya Purnama itu sdh di kalahkan di Pengadilan PTUN  atas Gugatan Rakyat Nelayan.

3. Gubernur DKI, Basuki Cahaya Purnama, wajib mentaati Keputusan Menko Maratim dan Sumber Daya, dan Keputusan Pengadilan PTUN. Bukan melakukan Perlawanan dengan menyurati Presiden, dengan alasan pijakan pada Keppres no 52 Tahun 1995. Sudah dapat di duga, Ahok mau cari Beking Presiden supaya Membela Keputusan nya itu.

4. Publik juga tahu bahwa Gubernur DKI, yang juga pernah di juluki Gubernur Podomoro itu, dalam hal menyurati Presiden Jokowi hari ini, bukan semata karena tuntun Birokrasi Pemerintah Daerah untuk cari alibi, tapi  ada Kepentingan Pengembang yang terlihat di situ. Ada misi Ahok bawa misi Pengembang. Sebab pada beberapa waktu lalu, Ahok pernah menyatakan bahwa Jokowi jadi Presiden, karena dapat Dukungan Pengembang. Jadi jelas nya Ahok bawa misi Podomoro dalam hal ini.

5. Tidak mungkin seorang Presiden mengambil sebuah putusan dalam ini ujug ujug. Presiden pasti meminta Saran dan masukan dari Menko Maratim dan Sumber Daya dan Mentri2 nya dan mempertimbangkan Putusan PTUN soaal Reklamasi Pulau G dan Suara2 Aktifis, Ahli, Nelayan dan Publik secara keseluruhan.

6. Presiden Jokowi, pasti mempertimbangkan semua itu dalam mengambil Keputusan, karena kalau Presiden tidak memperhatikan itu, Resiko Politik, Hukum dan Birokrasi akan menjadi Batu Sandungan untuk Bela Ahok Seorang.

Koordinator GALAK

Muslim Arbi

Surabaya, 13 Juli 2016

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa